Surabaya (beritajatim.com) – Di zaman serba cepat ini, kita juga harus menyesuaikan agar tidak ketinggalan. Caranya adalah dengan menjadi orang yang produktif. Namun bagaimana itu?
Terkadang seseorang hanya perlu membaca kiat-kiat kemudian diterapkannya langsung dalam kehidupan sehari-hari. Tiga tips berikut ini akan membuat pikiranmu terbuka bahwa menjadi produktif itu lebih mudah dari yang dipikirkan.
1. Membangun kebiasaan (habits) bahkan untuk skala atom
James Clear membagikan pemikiran mengenai Atomic Habits (kebiasaan atom) dalam bukunya. Ia mengklaim bahwa jika kita meningkatkan kebiasaan baik 1% saja setiap hari selama setahun, maka pada akhir tahun akan mendapatkan 37-100 kali perkembangan lebih baik daripada langkah awal.
Efek gabungan dari semua perubahan kebiasaan baik skala kecil dari waktu ke waktu akan memberikan perubahan yang besar. Maksudnya kita tidak harus mencoba berubah drastis dalam waktu yang singkat. Karena jika tidak dilanjutkan dengan konsistensi maka akan sia-sia. Memperbaiki dan mengadopsi kebiasaan baik membutuhkan waktu.
Langkah-langkah yang bisa dilakukan:
Setiap hari, cobalah untuk mengadopsi kebiasaan yang lebih produktif. Misalnya, membiasakan sarapan di pagi hari atau meletakkan smartphone di meja ketika akan tidur. Hal ini secara instan akan membuat kita termotivasi untuk lebih produktif.
Catatan penting:
Membiasakan kebiasaan baik berhubungan dengan identitas baru. Maksudnya jika kita ingin berubah menjadi orang yang bugar secara jasmani, maka olahraga dan makan makanan sehat adalah kebiasaan yang harus diadopsi.
2. Ketahui kapan waktu luang Anda, dan manfaatkan untuk hal yang produktif
Setiap hari pasti ada waktu luang, setidaknya paling minimal satu hingga dua jam selain waktu tidur dan bekerja. Ketika seseorang memiliki waktu luang, untuk apa waktu itu digunakan? Kebanyakan orang akan menghabiskan waktu luang itu untuk scroll Instagram atau menonton video TikTok.
Sekarang cobalah hitung berapa waktu luang yang Anda punya. Kemudian pikirkanlah apakah memungkinkan jika waktu luang itu digunakan untuk kegiatan yang bermanfaat. Misalnya saja membaca buku atau berlatih bahasa Inggris.
Anda tidak harus benar-benar menjadwal waktu luang itu setiap hari dengan kegiatan yang sama terus-menerus. Cobalah lebih kreatif sesuai dengan minatmu, misalnya sekadar menyelesaikan kegiatan menghias buku target hidup Anda selama beberapa waktu.
[berita-terkait number=”5″ tag=”tips”]
3. Tidak apa-apa sesekali menunda pekerjaan, namun alihkan kepada hal yg produktif
Kita semua pasti pernah menunda-nunda suatu pekerjaan. Tapi tidak apa-apa, hal itu bukan berarti Anda malas (jika dilakukan sesekali). Terkadang menunda sesuatu itu berkaitan dengan masalah regulasi emosi.
Ketika pekerjaan yang dilakukan sangat berat, sehingga membebani otak, tidak apa-apa untuk istirahat sejenak dan menunda. Namun sebisa mungkin alihkan waktu yang terbuang percuma itu untuk hal-hal ringan namun tetap produktif dan bermanfaat.
Misalnya menonton edukasi finansial di YouTube, membaca referensi mode terbaru, atau sekadar meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris dengan membaca artikel ringan dari media luar negeri.
Dengan memanfaatkan waktu luang yang tersisa untuk kegiatan yang lebih produktif, kita sedikit demi sedikit akan membuat kebiasaan yang baik dan dapat mempertahankannya. (Kai/ian)






