Surabaya (beritajatim.com)- Surabaya memiliki peran yang signifikan dalam perjuangan untuk kemerdekaan Indonesia, sehingga dikenal sebagai Kota Pahlawan. Kota ini memiliki banyak lokasi bersejarah yang penuh dengan kisah perjuangan dan nilai sejarah.
Tiga lokasi bersejarah berikut sangat layak dikunjungi jika Anda ingin mengenang dan memahami sejarah
Surabaya:
1. Tugu Pahlawan Surabaya
Tugu Pahlawan adalah simbol utama Surabaya. Dibangun untuk mengenang para pahlawan yang gugur dalam Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945, Tugu Pahlawan ini didirikan.
Tugu dengan tinggi 41,15 meter ini memiliki sepuluh lengkungan dan sebelas ruas di tiangnya, masing-masing berfungsi sebagai simbol tanggal pertempuran. Museum 10 November terletak di dekat tugu dan menampilkan foto, senjata, dan rekaman suara Bung Tomo yang meningkatkan semangat perjuangan.
Tugu ini sekarang berfungsi sebagai representasi dari keberanian dan pengorbanan anak-anak muda Surabaya yang berani mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Di monumen ini, pengunjung dapat belajar banyak tentang sejarah perjuangan dan merasakan semangat perjuangan kemerdekaan.
2. Monumen Kapal Selam (Monkasel)
Monumen Kapal Selam Surabaya adalah museum kapal selam Whiskey Class asli yang dibuat oleh Rusia pada tahun 1952. Kapal selam KRI Pasopati 410 ini pernah terlibat dalam beberapa operasi militer Indonesia, salah satunya adalah Operasi Trikora. Setelah kapal dinonaktifkan, bagian-bagiannya dikumpulkan kembali dan digunakan untuk memberikan pelajaran tentang sejarah pertahanan laut Indonesia.
Untuk merasakan sensasi kehidupan dan operasi di dalam kapal selam nyata, Monkasel menawarkan pengalaman unik bagi pengunjung. Anak-anak dan keluarga yang ingin belajar tentang sejarah militer secara interaktif sangat menyukai tempat ini.
3. Jembatan Merah
Jembatan Merah adalah saksi penting dari Pertempuran Surabaya lebih dari sekedar jembatan. Jembatan ini, yang dibangun pada abad ke-18, menghubungkan bagian barat dan timur Surabaya. Lokasi ini menjadi medan pertempuran sengit antara tentara Indonesia dan pasukan Sekutu.
Pemimpin pasukan Sekutu, Brigjen A.W.S. Mallaby, tewas dalam baku tembak di dekat jembatan ini.
Dengan banyak bangunan bersejarah di sekitarnya, seperti Pasar Pabean dan Klenteng Hong Tiek Hian, Jembatan Merah sekarang menjadi simbol budaya dan sejarah Surabaya. Tempat ini bagus untuk foto dan menarik untuk belajar sejarah.
Ketiga tempat ini menawarkan pengetahuan sejarah dan pengalaman rekreasi. Seseorang yang mengunjungi lokasi ini akan dapat mengapresiasi perjuangan dan semangat pahlawan Surabaya dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia. [Imelda Faiza]






