Surabaya (beritajatim.com) – Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Surabaya turun dalam kurun waktu bulan Agustus-Oktober 2022.
Dari data yang dikeluarkan oleh Satlantas Polrestabes Surabaya pada Jumat (04/11/2022) persentase kejadian kecelakaan lalu lintas di Surabaya mengalami penurunan hingga 10 persen.
Kasat Lantas Polrestabes Surabaya, Kompol Arif Fazlurrahman mengatakan jika dalam kurun waktu 3 bulan terakhir pihaknya mencatat ada 348 kejadian laka lantas di Kota Pahlawan.
“Bulan Agustus ada 126 kejadian, lalu di bulan September ada 114 kejadian dan kembali turun pada bulan Oktober dengan 108 Kejadian. Tentunya berarti banyak masyarakat Surabaya yang sudah peduli dengan keamanan dan peraturan saat berlalu lintas,” ujar Arif, Jumat (04/11/2022).
Arif melanjutkan, dalam total 348 kejadian laka lantas tersebut, total korban yang meninggal dunia sebesar 40 orang. Dengan rincian, pada bulan Agustus 19 orang, bulan September 13 orang dan bulan Oktober 8 orang yang berarti angka kematian di Jalan juga turun hingga 38%.
“Selain angka kematian, juga angka luka berat turun hingga 50%,” imbuh Arif.
Selain itu, Arif mengatakan jika sepeda motor masih menjadi urutan nomor satu dalam kecelakaan lalu lintas di Surabaya. Disusul Mobil penumpang dan Mobil barang.
Arif menambahkan jika mayoritas korban laka lantas di Surabaya adalah warga yang bekerja sebagai Karyawan Swasta. Lalu di peringkat kedua terbanyak adalah profesi pelajar. Polisi mencatat, total 342 karyawan swasta dan 58 pelajar menjadi korban laka lantas selama 3 bulan terakhir.

Ditanya terkait waktu paling rawan terjadi laka, Arif mengatakan jika pukul 06.00 WIB – 18.00 WIB menjadi waktu yang paling sering terjadi laka lantas.
Hal itu menjawab data yang dikeluarkan oleh Satlantas yang menyebut rentang usia yang paling sering mengalami kecelakaan adalah rentang usia 31-50 tahun dengan total kasus 133 kasus.
“Selain itu, didominasi juga tabrakan antara bagian depan dan samping kendaraan. Banyak dari pelanggar traffic light sehingga kami menghimbau untuk taat aturan lalu lintas untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” tegas Arif.
[berita-terkait number=”4″ tag=”kecelakaan-surabaya”]
Arif menghimbau kepada masyarakat Surabaya untuk terus mematuhi peraturan-peraturan lalu lintas agar kedepannya dapat meminimalkan kejadian laka lantas di kota Surabaya.
“Saya menghimbau agar terus dijaga kepatuhan di jalan. Jalan ugal-ugalan dan arogan karena dapat membahayakan nyawa banyak orang,” pungkas Arif. (ang/ted)






