Pacitan (beritajatim.com) – Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap tiga anak yang hilang terseret ombak di muara Sungai Pancer, Kelurahan Ploso, Kecamatan Pacitan. Ketiga korban diketahui bernama Aisyah, Azkia, dan Nayaifah.
Upaya pencarian melibatkan personel dari TRC BPBD Kabupaten Pacitan, Tagana, Polairud, Lanal Pacitan, serta puluhan relawan. Tim menyisir area sekitar lokasi kejadian dengan menggunakan dua perahu karet milik BPBD dan Polairud.
“Kami fokus melakukan penyisiran di sekitar titik awal tenggelamnya korban,” ujar Radite Suryo Anggono, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Pacitan, Jum’at (20/6/2025).
Kondisi laut yang tengah menghadapi gelombang pasang dengan ketinggian ombak mencapai 2 hingga 3 meter menjadi tantangan tersendiri bagi tim di lapangan. “Kondisi laut cukup menantang. Namun, kami tetap berupaya maksimal. Sesuai SOP, pencarian akan dilanjutkan hingga tujuh hari ke depan,” tambah Radite.
Fokus pencarian saat ini berada di sekitar muara Sungai Grindulu, tepat di selatan Masjid Apung Pancer Door. Lokasi ini sebelumnya menjadi titik ditemukannya korban pertama, Azmil Mukaromah, dalam keadaan meninggal dunia.
“Proses pencarian melibatkan 10 personel BPBD, puluhan anggota Polres Pacitan, serta sejumlah relawan,” imbuh Radite.
Sebelumnya, wisatawan asal Mojokerto yang masih satu keluarga dilaporkan terseret arus saat bermain air di sekitar muara Sungai Grindulu. Satu ditemukan meninggal dunia dan tiga lainnya masih dalam pencarian. (tri/but)






