Surabaya (beritajatim.com) – Drama romantis China My Page in the 90s menjadi salah satu tontonan yang menarik perhatian pecinta drama Asia pada awal 2026. Serial ini menawarkan cerita romansa yang berbeda dengan menghadirkan konsep perjalanan waktu yang unik sekaligus penuh komedi.
Tayang perdana pada 22 Januari 2026, drama ini mengisahkan tentang Lin Huan Er yang tiba-tiba terjebak di dalam dunia sebuah novel yang justru ia kritik habis-habisan. Bukan hanya kembali ke masa lalu, ia juga harus menyelesaikan misi yang cukup rumit untuk bisa kembali ke kehidupannya di masa kini.
Cerita berpusat pada Lin Huan Er yang diperankan oleh Wang Yu Wen, seorang streamer yang sering memberikan saran tentang hubungan asmara kepada para penontonnya. Suatu hari, saat menilai sebuah novel romansa, ia menyebut cerita tersebut terlalu kuno dan tidak berpihak pada perempuan.
Namun kejadian tak terduga justru terjadi setelahnya. Huan Er tiba-tiba terbangun di tahun 1999 dan menyadari dirinya benar-benar berada di dalam cerita yang sebelumnya ia kritik.
Untuk kembali ke tahun 2026, ia harus menjalankan sejumlah misi, salah satunya membuat CEO karismatik Gao Hai Ming jatuh cinta padanya.
Tokoh Gao Hai Ming sendiri diperankan oleh Chen Xing Xu. Hubungan keduanya pun berkembang menjadi kisah yang penuh dinamika, mulai dari konflik lucu hingga momen romantis yang tak terduga.
Drama ini memiliki sekitar 28 episode dengan durasi kurang lebih 45 menit setiap episodenya dan dapat disaksikan melalui platform streaming WeTV.
Berikut tiga alasan mengapa My Page in the 90s layak masuk daftar tontonan bagi penggemar drama romantis.
1. Karakter Perempuan Utama yang Berani dan Apa Adanya
Sejak awal cerita, karakter Lin Huan Er digambarkan sebagai perempuan yang percaya diri dan tidak takut menyampaikan pendapatnya. Dalam salah satu siaran langsungnya, ia secara terbuka mengkritik stereotip perempuan yang sering muncul dalam novel romantis.
Sikapnya yang spontan bahkan membuatnya berani menantang keputusan CEO di perusahaannya saat siaran dihentikan secara tiba-tiba karena kedatangan investor. Tanpa ia sadari, investor tersebut ternyata adalah Gao Hai Ming yang diam-diam memperhatikan keberaniannya.
Kehidupan Huan Er berubah total ketika ia terbangun di tahun 1999 dengan sebuah pager misterius di tangannya. Perangkat itu memberitahunya bahwa ia harus menyelesaikan berbagai misi agar bisa kembali ke masa depan.
Awalnya Huan Er menganggap situasi itu seperti mimpi aneh. Namun setelah mengetahui bahwa misinya benar-benar nyata, ia mulai mengambil berbagai langkah spontan—mulai dari menyusup ke pesta keluarga Hai Ming hingga membantu pria itu menghindari perjodohan.
Karakter Huan Er yang unik, jujur, dan penuh keberanian menjadi salah satu daya tarik utama drama ini. Penampilan Wang Yu Wen juga dinilai berhasil menghidupkan karakter tersebut secara natural.
2. Sosok CEO yang Tidak Klise
Gao Hai Ming hadir sebagai tokoh pria yang cukup berbeda dari stereotip CEO dalam drama romantis. Ia bukan hanya digambarkan sebagai pengusaha sukses, tetapi juga memiliki visi bisnis yang progresif.
Di perusahaan milik keluarganya, Hai Ming justru tertarik mengembangkan produk yang berfokus pada kesehatan perempuan dan bayi, seperti pembalut wanita yang lebih nyaman serta popok bayi dengan kualitas lebih baik.
Pilihan bisnis tersebut sering dianggap aneh oleh orang-orang di sekitarnya. Meski begitu, Hai Ming tetap percaya bahwa produk tersebut memiliki dampak besar bagi kehidupan perempuan dan keluarga.
Di luar pekerjaannya, ia memiliki hobi merancang model pesawat yang mencerminkan kepribadiannya yang teliti dan sabar. Karakter yang tenang namun tegas ini membuat sosok Hai Ming terasa lebih realistis.
Kehadiran Huan Er yang datang dari masa depan pun perlahan mengubah hidupnya. Kejujuran dan keberanian perempuan itu membuat Hai Ming mulai tertarik, meskipun ia berusaha menahan perasaannya.
3. Romansa Time Travel yang Ringan dan Menghibur
Hubungan antara Huan Er dan Hai Ming berkembang dengan cara yang cukup unik. Pada awalnya, Hai Ming justru merasa terganggu dengan tingkah Huan Er yang sering muncul secara tiba-tiba dan berbicara hal-hal aneh.
Sebaliknya, Huan Er mulai tertarik pada sosok Hai Ming yang dingin namun perhatian. Meskipun misinya adalah membuat pria itu jatuh cinta, perasaannya sendiri perlahan ikut terlibat.
Perbedaan latar waktu antara keduanya juga menciptakan banyak momen komedi. Huan Er kerap menyebut istilah modern seperti internet atau reels yang tentu saja belum dikenal pada tahun 1999.
Di sisi lain, Hai Ming menunjukkan perhatian dengan cara yang lebih sederhana, seperti mengirim mobil saat Huan Er kehujanan atau membantu mengambil barang yang tertinggal.
Dinamika hubungan mereka dipenuhi rasa cemburu, tarik-ulur perasaan, hingga momen romantis yang membuat cerita terasa semakin menarik untuk diikuti.
Dengan kombinasi komedi, romansa, dan konsep perjalanan waktu, My Page in the 90s menghadirkan cerita yang ringan namun tetap menyentuh. Drama ini juga memunculkan pertanyaan besar: apakah Huan Er dan Hai Ming bisa tetap bersama ketika cerita di dalam novel itu berakhir?
Untuk mengetahui jawabannya, penonton harus mengikuti perjalanan mereka hingga akhir kisah. (mnd/but)






