Bangkalan (beritajatim.com) – Sebanyak 281 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang dibentuk sejak 16 Juli 2025 di Kabupaten Bangkalan hingga kini belum beroperasi. Tak satu pun KDMP yang menjalankan usaha karena masih menunggu pembangunan gerai sebagai pusat aktivitas koperasi.
Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop Umdag) Bangkalan, Moh Rasuli, membenarkan bahwa seluruh KDMP masih belum menunjukkan aktivitas bisnis.
“Sampai saat ini belum ada yang jalan,” ujarnya, Minggu (16/11/2025).
Rasuli menjelaskan, pembangunan gerai KDMP masih dilakukan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara. Selama proses tersebut berjalan, pemerintah daerah berfokus pada pembentukan pengurus dan peningkatan kapasitas mereka.
“Sembari menunggu pembangunan, kami menyiapkan pengurus dan melakukan pelatihan,” katanya.
Selain pelatihan, Diskop Umdag juga melakukan sosialisasi penggunaan Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes). Setiap KDMP telah memiliki akun untuk menginput proposal usaha dan pengajuan modal secara digital.
“Akunnya sudah terbentuk. Proposal usaha dan pemodalan nanti bisa diinput lewat Simkopdes,” jelasnya.
Pemerintah menargetkan seluruh KDMP mulai beroperasi pada Maret 2026.
“Kemungkinan Maret tahun depan bisa mulai,” terang Rasuli.
Ke depan, KDMP akan difokuskan pada usaha yang memenuhi kebutuhan dasar masyarakat desa, seperti penyediaan pupuk, benih, LPG, sembako, dan kebutuhan harian lainnya.
“Pola kerjanya, KDMP ini sebagai agen dan toko-toko sekitar menjadi mitranya,” pungkasnya.[sar/aje]






