Gresik (beritajatim.com)– Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik terus mematangkan penerapan kurikulum merdeka. Sebelum diterapkan, ada 184 lembaga SD dan SMP yang siap mengimplementasikan pembelajaran itu. Sebagai bentuk persiapannya, para guru serta kepala sekolah diberi penguatan melalui bimbingan teknis (Bimtek).
Dari 184 lembaga SD dan SMP baik negeri maupun swasta itu meliputi 145 SD dan 39 SMP. Sementara itu, lembaga yang sudah menerapkan kurikulum merdeka sejak tahun sebelumnyabterdapat 87 lembaga. Sehingga, tahun ajaran 2022-2023 mendatang, terdapat 271 lembaga SD dan SMP menerapkan kurikulum merdeka.
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar Dispendik Gresik Nur Maslichah mengatakan, 184 lembaga ini mengadopsi sekolah-sekolah yang lebih dulu menerapkan kurikulum merdeka. Salah satu bentuk bimtek ini merupakan peningkatan kapasitas SDM.
[berita-terkait number=”5″ tag=”dindik-gresik”]
“Kurikulum ini merupakan transformasi pendidikan. Bedanya dengan kurikulum sebelumnya yakni bisa fokus mengatasi learning loss, kurikulum lebih sederhana namun mendalam, siswa dituntut lebih aktif, hingga pembelajaran pradigma baru,” katanya, Selasa (12/07/2022).
Saat gahun ajaran baru dimulai lanjut dia, hanya siswa kelas I, IV, SD dan VII SMP. Kemudian bagi sekolah yang sudah penggerak, siswa kelas VII sudah menerima kurikulum merdeka ini.
Target kurikulum ini akan dicapai 3-4 tahun ke depan. Yakni dengan lima intervensi yang sudah ditentukan. Diantaranya, peninggkatan kapasitas SDM, baik guru, kepala sekolah, hingga pengawas, kemudian pendampingan asimetris, diajari merencanakan berbasis data, diajari pembajaran paradigma baru, dan tentunya digitalisasi sekolah.
Sementara, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP M Nur menuturkan, selain bimtek yang dilakukan oleh dinas, pihak sekolah juga antusias dengan menyelenggarakan bimtek mandiri. Langkah ini diambil agar SDM sekolah lebih siap dalam mengimpelemtasikan kurikulum merdeka. “Ada beberapa sekolah kerjasama dengan universitas untuk bimtek terkait penerapan kurikulum merdeka,” pungkasnya. [dny/kun]






