Pamekasan (beritajatim.com) – Sebanyak 27 unit perahu nelayan dan sebanyak 49 rumah warga di Kabupaten Pamekasan rusak akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah setempat, beberapa waktu lalu.
Sebanyak 27 perahu nelayan itu rusak akibat dihantam ombak besar. Rinciannya, sebanyak 5 perahu nelayan di Desa Bandaran, serta sebanyak 22 perahu lainnya di Desa Kramat, Tlanakan, Pamekasan.
“Sebanyak 5 perahu rusak di Desa Bandaran, satu di antaranya mengalalami kerusakan berat. Sedangkan 22 perahu rusak di Desa Kramat, sebanyak 10 perahu rusak berat, dan 12 lainnya rusak ringan,” kata Kepala BPBD Pamekasan, Amin Jabir, Kamis (29/12/2022).
Dari total perahu rusak milik nelayan di dua desa berbeda, sebagian besar akibat diterjang ombak dan disapu angin kencang. “Kerusakan ini akibat cuaca buruk yang melanda wilayah Pamekasan,” ungkapnya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”Bpbd-pamekasan”]
“Bahkan akibat cuaca buruk, para nelayan juga tidak bisa melaut. Sehingga kami perlu kembali ingatkan bahwa cuaca buruk berupa angin kencang dan ombak besar berpotensi terjadi hingga sepekan kedepan,” jelasnya.
Sementara dari jumlah rumah rusak akibat hujan lebat disertai angin kencang, menimpa dan merusak sebanyak 49 rumah warga di berbagai kecamatan berbeda di Pamekasan.
Bahkan akibat cuaca tidak menentu tersebut, aliran listrik di sejumlah wilayah di Pamekasan, juga sempat terganggu dan sebagian di antaranya diterapkan pemadaman bergilir. Itu karena adanya kabel putus akibat tertimpa pohon tumbang.
“Tidak kalah penting, kami juga mengingatkan kepada semua personil BPBD Pamekasan, agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan selalu melakukan pemantauan dengan cara melakukan komunikasi dan koordinasi secara intens, tentunya dengan aparat desa, tokoh masyarakat maupun stakeholder lainnya,” pungkasnya. [pin/suf]






