Kediri (beritajatim.com) – Ribuan warga Kota Kediri tampak antusias saat mendatangi kantor kelurahan masing-masing, termasuk Kelurahan Tamanan, tempat dilaksanakannya penyaluran Bantuan Pangan berupa beras kepada keluarga penerima manfaat, Sabtu 22 Juli 2025.
Sebanyak 26.832 warga tercatat sebagai penerima bantuan beras sebanyak 20 kg per keluarga, dalam program yang dialokasikan untuk periode Juni–Juli 2025.
Penyaluran ini dipantau langsung oleh Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati bersama Kepala Bulog Cabang Kediri, Harisun.
Mbak Wali menekankan pentingnya proses distribusi yang tertib, tepat sasaran, dan berkelanjutan sebagai bentuk nyata perhatian pemerintah terhadap ketahanan pangan.
“Kami ingin mengapresiasi sebesar-besarnya kepada Bappenas dan Bulog, ini merupakan upaya dari pemerintah untuk sama-sama menjamin ketahanan pangan. Kemudian kita ingin memastikan penyaluran program bantuan pangan ini bisa berproses dengan lancar, tertib dan tepat sasaran,” ujar Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati.
Ia juga menyampaikan bahwa penerima manfaat telah terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial Ekstrem Nasional (DTSEN), dan berharap bantuan yang diberikan bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat.
“Saya juga titip pesan kepada masyarakat penerima manfaat, semoga bantuan ini bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya. Kepada panitia yang mendistribusikan agar proses penyaluran ini bisa dilakukan secara tertib dan tepat sasaran. Harapannya ini bisa berkelanjutan,” tambahnya.
Kepala Bulog Cabang Kediri, Harisun, menjelaskan bahwa bantuan beras jenis medium ini didistribusikan kepada 26.832 penerima sesuai data dari Kementerian Sosial, yang telah dikompilasi dari DTKS menjadi satu data tunggal secara nasional.
“Aplikasi berjalan lancar, mudah-mudahan hingga hari terakhir Jumat sudah selesai. Mekanisme penyaluran seperti biasanya, yang sudah terdata kita undang melalui surat undangan, setelah itu diverifikasi petugas, dicocokkan antara KTP dan KK, sudah oke, difoto dan diberikan bantuan,” jelas Harisun.
Ia menambahkan bahwa setiap penerima diberi waktu lima hari untuk mengambil bantuan. Jika tidak bisa hadir sendiri, satu Petugas Bantuan Beras (PBB) dapat membantu hingga tiga orang penerima, dengan syarat membawa KTP penerima. Jika bantuan belum diambil dalam batas waktu, petugas akan menghubungi penerima sesuai prosedur yang telah ditetapkan.
Salah satu penerima manfaat, Samini (65), warga Kelurahan Tamanan, mengaku sangat terbantu dengan bantuan ini.
“Senang, pas beras saya habis. Sekarang dapat bantuan. Saya di rumah tidak bekerja dan orang tidak mampu. Saya tinggal bersama anak dan adik saya becak. Suami sudah lama meninggal,” tutur Samini, sambil menenteng karung beras bantuan seberat 20 kg.
Distribusi bantuan pangan dilakukan serentak di seluruh wilayah Kota Kediri. Bulog Cabang Kediri sendiri membawahi tiga wilayah yakni Kota Kediri, Kabupaten Kediri, dan Kabupaten Nganjuk dan melakukan kegiatan serupa secara bersama-sama. [nm]






