Surabaya (beritajatim.com) – Berdasarkan data dari Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) hingga hari ini, Minggu, (28/5/2023) pukul 11.10 WIB, sejumlah 24.157 jemaah telah tiba di Madinah atau 63 kloter. Sementara itu, jumlah jemaah yang terbang ke Tanah Suci sebanyak 27.952 orang atau 73 kloter.
Juru Bicara Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Pusat Akhmad Fauzin menyebutkan, terdapat 51 jemaah yang sakit. Sebanyak 38 orang dirawat di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, 13 orang dirawat di Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) Madinah.
Fauzin mengungkapkan, jemaah wafat bertambah 1 orang atas nama Achmad Suhadak Riduwan yang tergabung dalam kloter 3 Embarkasi Surabaya (SUB) 9. Sampai hari ini, total jemaah yang wafat berjumlah 2 orang.
“Jemaah yang wafat disalatjenazahkan di Masjid Nabawi dan dimakamkan di Baqi. Sesuai ketentuan, jemaah yang wafat akan dibadalhajikan,” tutur Fauzin.
Untuk menghindari paparan sinar matahari, Fauzin mengimbau para jemaah agar membawa dan mengenakan alat pelindung diri saat melakukan ziarah ke sejumlah tempat di Kota Madinah.
BACA JUGA: Sedih, 2 Calon Jemaah Haji Asal Blitar Mendadak Batal Berangkat
“Mengingat cuaca dan terik matahari, pastikan saat ziarah membawa alat pelindung diri seperti payung, topi agar tidak terpapar panas langsung matahari,” terang Fauzin dalam Konferensi Pers, Minggu (28/5/2023).
Dia juga mengingatkan para jemaah untuk memastikan keamanan sebelum meninggalkan hotel dan membawa barang seperlunya.
“Selama melakukan aktivitas ziarah di Madinah, sebelum meninggalkan hotel untuk ziarah, pastikan kamar terkunci dengan baik dan titipkan kuncinya di resepsionis hotel. Bawa uang secukupnya, dan jangan memakai perhiasan mencolok. Belanja jangan berlebihan, karena akan jadi beban bawaan yang berat,” lanjut Fauzin.
Selain itu, Fauzin berpesan kepada para jemaah untuk membawa air yang cukup agar terhindar dari dehidrasi dan selalu berkoordinasi dengan ketua kloter, ketua rombongan, dan regu masing-masing.
“Tetap berkelompok, jangan memisahkan diri dari rombongan,” imbuhnya.
Fauzin mengatakan, untuk masuk ke Raudhah, Saudi menerapkan dua cara yaitu melalui Tasreh dan aplikasi Nusuk. Untuk Tasreh, prosesnya dikoordinir petugas haji, suratnya diterbitkan Daker Madinah.
“Setelah tasrehnya terbit, Daker Madinah akan mendistribusikan ke tiap sektor untuk diteruskan kepada ketua rombongan masing-masing. Surat Tasreh itu dibawa saat jemaah akan masuk ke Raudhah,” tandasnya.
Sementara itu, untuk masuk Raudhah dengan aplikasi Nusuk, lanjut Fauzin, prosesnya dilakukan secara sendiri-sendiri oleh jemaah melalui aplikasi Nusuk di gadget masing-masing. (nap)






