Mojokerto (beritajatim.com) – Jelang arus mudik Lebaran 2025, Badan Narkotika Nasional (BNN) Mojokerto melakukan tes urine bagi para sopir bus Di Terminal Kertajaya Kota Mojokerto. Tes ini dilakukan untuk memastikan para sopir bus dalam kondisi sehat dan bebas dari penyalahgunaan narkoba.
Tes urine bagi sopir ini merupakan bagian dari upaya pencegahan kecelakaan lalu-lintas akibat penyalahgunaan narkoba dan mendukung kelancaran arus mudik Lebaran 2025. Sebanyak 22 sopir bus yang masuk Terminal Kertajaya Kota Mojokerto dilakukan tes urine.
Tes urine tersebut dilakukan BNN Mojokerto bekerjasama dengan Satnarkoba Polres Mojokerto Kota, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Mojokerto.
Kepala BNN Mojokerto, Agus Sutanto mengatakan, tes urine dilakukan rutin dua kali dalam tahun. “Kabupaten/Kota melakukan itu (tes urine) rutin. Kami biasanya, akhir tahun Nataru sama pas libur Lebaran, kita selalu melakukan tes urine pada sopir-sopir,” ungkapnya, Jumat (21/3/2025).
Hal tersebut dilakukan untuk mendeteksi dini manakala ada ditemukan sopir yang melakukan penyalahgunaan narkoba. Menurutnya, sopir dinilai cukup rentan dalam lantaran dikejar target sehingga tes urine dilakukan untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan di jalan raya akibat penyalahgunaan narkoba.
“Karena apa? Orang seperti biasanya untuk doping kan. Karena sekali orang menggunakan narkoba maka akan ketagihan. Pas Nataru kemarin, kita temukan ada sopir yang makai (konsumsi narkoba). Untuk ini tadi, dari 22 sopir aman. Negatif semua karena kita selaku sosialisasi di Dishub terhadap sopir-sopir,” katanya.
Selain itu, pihaknya juga melakukan sosialisasi dengan Polda Jatim untuk memberikan rasa aman saat mudik Lebaran. Salah satunya dengan tes urine bagi sopir-sopir bus angkutan Lebaran sehingga keamanan dan kenyamanan perjalanan para pemudik dapat terjamin. [tin/kun]






