Magetan (beritajatim.com) – Sebanyak 22 ekor sapi di wilayah Kabupaten Magetan suspect lumpy skin disease (LSD). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakkan) Magetan Nur Haryani dalam rapat koordinasi (Rakor) penyakit mulut dan kuku (PMK) dan LSD di Ruang Eksekutif Mako Polres Magetan, Selasa (7/2/2023).
Haryani menjelaskan ada indikasi terkait penyakit LSD tersebut namun masih membutuhkan uji lab untuk memastikan apakah benar itu penyakit cacar. “Ada 22 ekor yang terlaporkan atau suspect dan setelah ditangani ada beberapa yang sembuh”, kata Haryani, Selasa (7/2/2023).
Dia menjelaskan, 22 ekor sapi tersebut menunjukkan gejala yang nyaris sama yakni adanya bintil namun itu bukan cacar. Bintil itu lebih mirip limpo atau gejala yang mengarah ke LSD. Totalnya ada 4 ekor sapi.
Untuk diketahui LSD tidak seekstrim PMK. LSD bisa disembuhkan dan penyebaran tidak seperti PMK karena tidak mempengaruhi nafsu makan hewan ternak. “Terkait dengan LSD kami sudah menerima vaksin 1.380 dosis vaksin, yang sudah di vaksinasi kan sebanyak 600 dosis dengan sasaran utama sapi perah,” bebernya.
[berita-terkait number=”3″ tag=”sapi-magetan”]
Sementara itu, Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan menyampaikan Pemerintah Magetan selama ini serius dalam penanganan PMK dan LSD sesuai arahan pemerintah pusat. Begitu pula dengan pihak kepolisian. “Keseriusan kami dalam menangani permasalahan, dengan tujuan berkomitmen bersama melakukan tindakan strategi pengendalian, penanganan dan pemberantasan PMK dan penyakit LSD,” kata Ridwan.
Ridwan mengatakan akan maksimalkan Penyekatan khususnya di Pos Cemoro Sewu. Penyekatan itu perlu sinergi dari dinas peternakan, Satpol PP, Dishub dan instansi terkait lainnya serta lakukan himbauan secara masif. “Secara intens kami akan aktifkan Pos Cemoro Sewu bersinergi dengan instansi terkait dan berdayakan fungsi Bhabinkamtibmas dan Sihumas untuk beri himbauan serta edukasi ke masyarakat,” lanjut Ridwan.
[berita-terkait number=”2″ tag=”pmk-magetan”]
Di akhir Rakor, Ridwan menyampaikan penekanan perlu terus dilaksanakan sinergitas koordinasi berkelanjutan serta antisipasi menjelang lebaran terhadap kebutuhan daging sapi akan mengalami peningkatan, sehingga harus mengambil langkah strategis.
Sampai saat ini dari hasil pemantauan sementara bahwa penyakit LSD pada sapi atau PMK tidak menular bagi manusia sehingga dagingnya Aman untuk dikonsumsi.
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolres Magetan AKBP Muhammad Ridwan, Wakapolres Magetan Kompol Arie Taufan Budiman, Sekda Magetan Hergunadi, Dandim 0804/Magetan yang diwakili Pasi Ops Kodim, Kadisnakan kab. Magetan Nur Haryani, Kasatpol PP Bapak Rudy Harsono, Kabag Pemerintahan Yok Sujarwadi, Kabid P2P Dinas Kesehatan Suwantiyo, Kabid angkutan Dishub Edy Sumarsono, beserta kapolsek jajaran. [fiq/suf]






