Ngawi (beritajatim.com) – Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) di Desa Gandong Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi menggantungkan kebutuhan air bersih di sebuah lubang kecil di pinggir Waduk Pondok.
Untuk mengambilnya, mereka harus berjalan sejauh dua kilometer. Pun, mereka harus bolak-balik sampai tiga hingga lima kali sehari. Tak hanya mengambil air, warga kadang juga mandi di lubang tersebut.
“Sumur di rumah sudah kering. Kami jalan ke sini supaya bisa dapat air bersih. Air untuk masak dan minum. Kadang juga mandi di sini,” kata Sulastri, warga setempat, Rabu (6/9/2023)
Senada dengan Tarmi, warga lainnya yang merasakan hal yang sama. “Susah banget sumur tidak ada air sumur bantuan. Adanya di pinggir pinggir waduk gini. Ini lubang ada sejak dulu, cuma kalau air waduk penuh ya tertutup bisanya kalau kemarau gini pas air waduk surut,” kata Tarmi.
Baca Juga: Ajak Korban Karaoke, Warga Mojo Curi Motor untuk Beli Sabu
Sampai ada sumur bantuan dari pemerintah, mereka akan menggantungkan kebutuhan air bersih di Waduk Pondok saat musim kemarau. [fiq/ian]






