Blitar (beritajatim.com) – Kelompok Kesenian Barongsai dari Kelenteng Poo An Kiong Kota Blitar menggelar pawai pada Sabtu (04/02/23). Setelah 2 tahun ditiadakan, pawai barongsai ini pun sukses membuat masyarakat Kota Blitar takjub.
Pasalnya dalam pawai ini Kelompok Kesenian Barongsai dari Kelenteng Poo An Kiong Kota Blitar menampilkan 12 Barongsai dan satu leang Leong atau naga. Sepanjang jalan berbagai atraksi pun dipertunjukkan oleh puluhan siswa dan mahasiswa serta pekerja yang tergabung dalam Kelompok Kesenian Barongsai Kelenteng Poo An Kiong.
Tidak khayal masyarakat Kota Blitar pun merasa takjub dengan pertunjukan barongsai tersebut. Hal itupun seolah menjadi obat rindu warga setelah 2 tahun tidak ada pertunjukan barongsai di tahun baru cina atau yang biasa di sebut Imlek.
Indah salah satu warga merasa sangat senang karena bisa kembali menikmati pertunjukan barongsai di momen Imlek tahun ini. Pasalnya ibu 52 tahun tersebut sudah 2 tahun terakhir tidak bisa menyaksikan pertunjukan pawai barongsai akibat pandemi covid 19.
“Senang sekali ya, karena setelah dua tahun saya gak lihat barongsai akibat gak diizinkan oleh pemerintah akibat covid 19, pada tahun ini syukur nya sudah bisa digelar kembali,” kata Indah, Warga Kota Blitar, Sabtu (04/02/23).

Sebagian besar masyarakat Kota Blitar yang menonton pawai barongsai ini mengajak putra putrinya. Mereka ingin mengenalkan kepada putra putri mengenai budaya Tionghoa yang ada di Indonesia.
Sehingga diharapkan akan tercipta saling menghargai antar budaya dan etnis. Hal itu pula yang ditekankan oleh Indah kepada anaknya yang ikut menonton pawai barongsai di Kota Blitar.
“Ini sebagai wahana edukasi ya, biar anak-anak tahu akan budaya Tionghoa terutama barongsai biar bisa saling menghargai,” pungkasnya.
Sementara itu, Daniel selaku koordinator kelompok seni barongsai Poo An Kiong Kota Blitar mengaku telah mempersiapkan pawai ini jauh-jauh hari. Sejak beberapa bulan terakhir, dirinya bersama anak didiknya telah berlatih agar pertunjukan seni barongsai yang ditampilkan saat pawai tidak mengecewakan.
Pada pawai barongsai ini, Kelompok Kesenian Barongsai Kelenteng Poo An Kiong menampilkan 12 Barongsai serta 1 naga. 12 barongsai dan serta 1 naga tersebut menampilkan berbagai atraksi di sejumlah jalan protokol Kota Blitar.
“Hari ini kami membawa 12 barongsai dan 1 naga yang akan menampilkan pertunjukan seni di sepanjang jalan, agak panjang mungkin sedikit menimbulkan kemacetan,” kata Daniel.
[berita-terkait number=”4″ tag=”blitar”]
Daniel menambahkan bahwa pawai barongsai ini merupakan peringatan hari ke 15 dari Imlek atau Cap Gomeh. Pawai ini sengaja digelar di tanggal 4 Februari 2023 atau satu hari sebelum Cap Gomeh.
Hal itu dilakukan agar pawai barongsai berlangsung semarak, pasalnya di hari Cap Gomeh banyak toko yang tutup.
“Ini merupakan peringatan hari ke 15 Imlek atau Cap Gomeh ini sengaja digelar tanggal 4 Karena pada tanggal 5 yang merupakan Cap Gomeh banyak toko yang tutup biar meriah,” pungkasnya.
Meski sedikit menimbulkan kemacetan namun pawai barongsai ini sukses menghibur ribuan warga yang sejak pagi rela menunggu. Rencananya pawai barongsai ini akan kembali digelar pada Imlek tahun depan. [owi/but]






