Banyuwangi (beritajatim.com) – Berdasarkan data dari Dinas Sosial Banyuwangi masih terdapat 2 ribu warga yang belum menerima bansos baik sembako maupun beras. Warga yang terdaftar sebagai keluarga penerima manfaat berhak mendapatkan bantuan sosial tersebut.
Pasalnya, kali ini terdapat bantuan dari Program Keluarga Harapan (PKH) Kemensos RI dan Badan Pangan Nasional. Sejauh ini, warga Banyuwangi yang telah menerima bansos 124.181 warga yang menerima, dari target penerima yang 126.306 KPM.
Tapi, bagi mereka yang belum menerima, bisa langsung datang ke Kantor Pos untuk mengambil bantuannya dengan membawa persyaratan, KTP dan Kartu Keluarga.
“Kalau lansia atau sakit dan tidak bisa ke Kantor Pos, petugas akan melakukan jemput bola. Hadir langsung ke rumah KPM,” kata Henik.
Bansos sembako maupun program keluarga harapan (PKH) dari Kementerian Sosial mulai dibagikan sejak 29 Maret 2023. Penyaluran tersebut merupakan termin pertama di tahun 2023. Para penerima bansos sembako menerima uang tunai sebesar Rp. 600 ribu.
https://beritajatim.com/peristiwa/ratusan-ribu-warga-banyuwangi-terima-bansos-jelang-lebaran/
“Penyaluran termin I merupakan jatah untuk tiga bulan (Januari-Maret 2023) dengan rincian per bulan Rp. 200 ribu. Jadi KPM mendapatkan Rp 600 ribu. Sementara nominal untuk bantuan PKH bervariasi antara Rp 225 ribu hingga Rp. 3 juta-an,” urai Henik.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani sempat meninjau penyaluran bantuan tersebut di Kantor Desa Pakistaji, Kecamatan Kabat. Ipuk berharap bansos yang diberikan dari pemerintah pusat ini dapat dirasakan manfaatnya oleh warga miskin.
“Bantuan ini juga diharapkan dapat mengendalikan dampak inflasi untuk menjaga stabilitas harga pangan di tingkat produsen maupun konsumen,” kata Ipuk. [rin/but]






