Surabaya (beritajatim.com) – Dua mahasiswa Departemen Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih dua medali emas di ajang Pekan Seni Mahasiswa Nasional (Peksiminas) 2022.
Kedua mahasiswa tersebut adalah Tania Andini Susanto dan Asyroful Anam. Mereka berhasil meraih medali emas pada kategori desain poster dan lukis.
Di desain poster, Tania mengilustrasikan Barong Bali, Tari Piring, alat musik Tifa, dan kebudayaan Indonesia lainnya keluar dari sebuah ponsel. Beragam kesenian itu diilustrasikan dengan meriah oleh Tania.
“Saya ingin menggambarkan bahwa Indonesia memiliki kebudayaan yang sangat kaya dari berbagai daerah di Indonesia,” jelas Tania, Senin (31/10/2022).
Ia juga mengilustrasikan jari yang menekan tombol berbagi pada ponsel. Di situ, Tania ingin menyampaikan bahwa masyarakat Indonesia dapat dengan mudah membagikan informasi dan postingan terkait keragaman budaya Indonesia untuk meningkatkan rasa toleransi dan menjaga tradisi bangsa.
“Pesan kuat yang disampaikan oleh desain poster menjadi alasan poster tersebut berhasil bersaing dengan 29 peserta lainnya,” katanya.
Sementara itu, Asyorful Anam meraih juara pertama pada kategori kompetisi seni lukis. Mengusung lukisan bergenre semi realis dan ilustratif, Anam bermaksud menyampaikan pesan kemajemukan budaya Indonesia pada kehidupan sehari-hari.
“Kemajemukan budaya yang kita miliki merupakan ujian sekaligus kekayaan yang harus kita jaga dan lestarikan dengan sungguh-sungguh untuk diwariskan kepada generasi selanjutnya,” ungkap Anam.
Pesan mendalam yang ingin disampaikan Anam ini diilustrasikan dengan gambaran seorang ayah dan ibu yang sedang mengajari anaknya berbagai kebudayaan di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari berbagai pakaian tradisional Indonesia, seperti pakaian tradisional Madura, Minang, Jawa serta topi adat dari Papua yang ditunjukkan oleh seorang ayah kepada anaknya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”its”]
Diulas oleh pelatih lukisnya, Naufan Noordyanto dan Sigit Purnomo, bahwa goresan yang dibuat Anam dalam lukisan tersebut sangat indah dan baik.
“Visualisasi lukisan yang baik dan dibarengi dengan pesan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari inilah yang mungkin menjadikannya juara dan dapat memenuhi ekspektasi juri. Saya berharap ITS dapat kembali menyabet juara pada kompetisi Peksiminas berikutnya,” tandasnya. [ipl/but]







