Pamekasan (beritajatim.com) – Madura United FC gagal mengamankan poin akibat kalah 0-1 dari Persebaya Surabaya, pada lanjutan Super League di Stadion Gelora Madura Rato Pemelingan (SGMRP) Pamekasan, Sabtu (3/1/2026).
Mengawali laga, Laskar Sape Kerrab menerapkan formasi 4-2-3-1 guna menjaga kedalaman tim, sekaligus berupaya tampil dominan sejak menit awal seperti biasa mereka lakukan di beberapa laga sebelumnya.
Hanya saja Bajul ijo justru tampil lebih dominan sejak menit awal pertandingan. Barisan pertahanan tuan rumah harus bekerja ekstra keras meredam agresifitas permainan yang diperagakan tim tamu.
Namun Lulinha dan kawan-kawan tepat berupaya maksimal untuk mengimbangi permainan cepat yang ditunjukkan lawan. Lagi dan lagi, Persebaya justru tampil lebih dominan, termasuk mementahkan beragam peluang yang dihasilkan tim tuan rumah.
Bahkan hingga 45′ menit interval pertama berlangsung, skor tetap belum berubah. Kedua tim gagal memecah kebuntuan, skor imbang tanpa gol menjadi hasil babak pertama dalam laga bertajuk Derby Suramadu.
Memasuki babak kedua, Persebaya mulai merubah strategi dengan melakukan rotasi pemain. Sementara Madura United tetap bertahan dengan komposisi awal guna mempertahankan ritme permainan yang dinilai cukup meredam agresivitas pemain Persebaya.
Memasuki menit 66′, Madura United terpaksa harus bermain dengan 10 pemain pasca bek andalan mereka, Mendonca harus mendapatkan kartu kuning kedua, yakni kartu merah setelah melakukan pelanggaran keras terhadap pemain Persebaya.
Unggul pemain dimanfaatkan Persebaya untuk memecah kebuntuan, di antaranya dengan melakukan rotasi pemain untuk menambah daya gedor. Hasilnya Bruno Moriera berhasil mencetak gol ke gawang Miswar Saputra meneruskan umpan matang Malik Risaldi. Skor berunah, Madura United 0-1 Persebaya.
Tertinggal gol mulai membuat Madura United panik, pelatih Carlos Periera mulai melakukan rotasi pemain untuk menemukan ritme yang tepat. Namun Persebaya juga kembali melakukan hal serupa dengan fokus menambah kekuatan di sektor pertahanan untuk mempertahankan skor.
Permainan melambat mulai diperagakan pemain Persebaya untuk memancing emosi pemain tuna rumah, beruntung pemain Madura tidak mau terpancing, mereka justru tampil semakin menekan hingga menit-menit akhir laga.
Memasuki babak tambahan waktu, Madura United terus mencoba mengejar gol dan mengepng barisan pertahanan Persebaya. Bahkan mereka sempat memiliki peluang emas untuk mencetak gol dan menyamakan skor, sayang bola masih membentur mistar bagian atas gawang Persebaya.
Memasuki menit akhir laga, Persebaya terpaksa harus bermain dengan 10 pemain akibat Mihailo Perovic mendapatkan kartu kuning kedua akibat memprotes wasit yang memberikan kartu kuning akibat aksi yang dilakukannya. Namun hingga akhir laga skor tidak berubah, Madura United 0-1 Persebaya. [pin/kun]






