Pasuruan (beritajatim.com) – Sedang asyik bermain, dua bocah asal Dusun Nduyo terseret arus sungai Welang. Kedua bocah ini berinisial N (6) dan MA (6) yang terseret arus di sungai Welang, Desa Sukorejo, Kecamatan Pohjentrek, Kabupaten Pasuruan, Sabtu (15/10/2022).
Kepala Desa Nduyo, Muhammad Fauzi menduga kedua bocah terseret arus sekitar pukul 11.00 WIB. Pada saat itu diketahui arus sungai Welang dalam kondisi debit air yang sedang tinggi. Kedua bocah tidak diawasi oleh orang tuanya saat bermain di sungai.
“Namanya anak kecil nggak bisa berenang, kemudian keduanya terseret. Satu anak perempuan dan satunya lagi anak laki-laki, keduanya masih duduk di bangku taman kanak-kanak,” kata Fauzi.
Fauzi menambahkan bahwa kedua bocah tersebut bermain disungai seusai pulang sekolah. Sementara orang tua kedua bocah ini sedang sibuk bekerja.
Setibanya dirumah orang tua anak tersebut merasa gelisa dikarenakan anaknya tak kunjung pulang. Sehingga kedua orang tuanya panik dan mencari anaknya.
“Orang tuanya sibuk kerja, setibanya di rumah orang tua korban panik karna anaknya gak pulang. Mereka ini tetanggan jadi biasanya juga sering main bareng,” lanjutnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”tewas-tenggelam”]
Sementara itu, Kapolsek Pohjentrek, Iptu Sukrisno menjelaskan jika setelah mendapat laporan warga, pihak kepolisian langsung terjun kelapangan. Dalam hal ini kepolisian dibantu oleh BPBD Kabupaten Pasuruan dibantu BPBD Kota Pasuruan dan Tim SAR langsung melakukan pencarian.
Sampai saat ini korban masih belum juga ditemukan dan terus dilakukan pencarian. Terlihat oara petugas menyisir sungai dengan menggunakan perahu karet guna menemukan kedua bocah yang hanyut.
“Sampai saat ini pukul 17.00 WIB berarti sudah 5 jam kita melakukan pencarian, dan masih belum ketemu. Diduga mereka terpeleset ketika main dipinggir aungai,” kata Sukrisno. [ada/but]






