Gresik (beritajatim.com)- Sebanyak 2.671 calon jamaah haji (CHJ) 2026 mulai mengikuti manasik haji yang digelar Kantor Kementrian Haji (Kemenhaj) Kabupaten Gresik. Mereka secara bertahap mengikuti kegiatan ini sebagai bekal menuju ke tanah suci.
Kepala Kantor Kemenhaj Gresik, Lulus mengatakan, jumlah calon jamaah yang telah melunasi biaya haji sebanyak 2.801 orang. Namun, setelah adanya mutasi masuk dan keluar, jumlah jemaah yang mengikuti manasik haji di Kabupaten Gresik menjadi 2.671 orang.
“Dari jumlah itu, terbagi di tiap-tiap kecamatan. Misalnya, Kecamatan Manyar tercatat sekitar 400 jemaah, wilayah Gresik, Sangkapura, dan Tambak sebanyak 233 jamaah, Kebomas 290 jemaah, Dukun 175 jamaah, dan kecamatan lainnya menyesuaikan dengan jumlah jamaahnya,” katanya, Minggu (8/2/2026).
Masih menurut Lulus, manasik haji di tingkat kabupaten dilaksanakan satu kali pertemuan, sementara di tingkat kecamatan digelar sebanyak empat kali pertemuan. Setiap pertemuan berlangsung selama empat jam pelajaran.
“Ada aturan baru, dulu manasik ditangani KUA. Sekarang langsung ditangani kelompok bimbingan ibadah haji dan umroh (KBIHU),” paparnya.
Secara bertahap manasik haji pelaksanaannya dimulai dari Kecamatan Dukun, Menganti, dan Driyorejo pada tanggal 8, 9, 10, dan 11. Sementara kecamatan lainnya dijadwalkan menyusul pada hari berikutnya. Kemudian untuk manasik di tingkat kabupaten akan digelar pada 12 Februari 2026 di GOR Petrokimia Gresik,” ungkapnya.
Dari 2.671 orang lanjut Lulus, sekitar 90 jamaah menggunakan kursi roda. Data tersebut telah dilaporkan ke bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan para jemaah tersebut dipastikan mendapatkan pendampingan dari pihak keluarga.
“Tahun ini, Kabupaten Gresik ada 8 kloter yakni mulai dari kloter 42 hingga kloter 48. Rencana pemberangkatan calon jemaah haji dijadwalkan mulai pada 2 Mei 2026,” pungkasnya. (dny/ted)






