Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 1927 Personel polisi akan bersiaga menjaga hari pencoblosan pada 14 Februari 2024 mendatang. Rinciannya, 1093 personel akan bergeser ke berbagai Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Surabaya dan 834 personel akan bersiaga dan berpatroli untuk mengamankan situasi.
Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Pasma Royce mengatakan, pada tanggal 14 Februari mendatang merupakan pesta demokrasi rakyat Indonesia. Hari pemilihan merupakan momentum bersejarah untuk menentukan pemimpin bangsa ini kedepan. Oleh sebab itu, polisi memiliki tanggung jawab keamanan mulai tahapan awal hingga penghitungan suara agar Pemilu Serentak 2024 bisa berjalan sukses.
“Saat ini sedang memasuki masa tenang dan akan memasuki tahap pemungutan dan penghitungan suara. Jadi mari kita jaga Pemilu kita dengan penuh tanggung jawab,” kata Pasma saat Apel Pergeseran Pasukan Pengamanan TPS Pemilu, Senin (12/02/2024).
Pasma menjelaskan ada 8.167 TPS yang tersebar di seluruh Surabaya. Rinciannya, 6.532 TPS di wilayah hukum Polrestabes Surabaya dan 1.635 TPS di wilayah Polres Pelabuhan Tanjung Perak. Ia juga memastikan anggotanya bersama TNI sudah mulai melakukan pengawalan kepada logistik Pemilu 2024 dari KPU ke PPK.
“Mulai hari ini akan bergeser ke tingkat PPS secara bertahap. Semua wajib dijaga, jangan sampai lepas dari pandangan. Kalau perlu peluk itu logistik saat tidur,” imbuh Pasma.
Pasma juga melakukan pengecekan perbekalan dan perlengkapan para personelnya jelang bertugas di TPS Pemilu 2024. Ia berpesan agar segera melakukan tugas dan berkomunikasi dengan perangkat kampung tempat bertugas. Ia yakin dengan kemampuan dan pengalaman personel bisa mewujudkan kamtibmas yang aman dan kondusif selama tahap pemungutan dan penghitungan suara.
“Untuk masyarakat jika ada personel polisi yang melakukan pelanggaran bisa langsung melapor. Nantinya pasti mendapatkan sanksi sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” pungkasnya. [ang/but]






