Surabaya (beritajatim.com)– Kementerian Agama (Kemenag) mencatat sebanyak 165 jemaah haji Indonesia yang meninggal dunia di Tanah Suci hingga hari ke-38 operasional haji 1445 H atau 18 Juni 2024. Angka ini berdasarkan data Sistem Informasi dan Komputerisasi Haji Terpadu (Siskohat) Kemenag.
Dari total 165 jemaah yang meninggal, 6 orang wafat di Arafah dan 21 orang di Mina.
Mayoritas jemaah yang meninggal dunia merupakan lansia dengan usia tertua 94 tahun dan termuda 31 tahun. Hampir seluruh jemaah yang wafat dikategorikan sebagai jemaah dengan risiko tinggi (risti) kesehatan, dengan hanya 16 orang yang tidak termasuk risti.
Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, angka kematian jemaah haji Indonesia di Tanah Suci tahun ini mengalami penurunan. Pada periode yang sama di tahun 2023, tercatat 283 jemaah haji yang meninggal dunia, sementara di tahun 2024 hanya 165 orang.
Berikut beberapa poin penting di antaranya
1. Jumlah jemaah haji Indonesia yang meninggal di Tanah Suci: 165 orang
2. Periode: Hingga hari ke-38 operasional haji 1445 H (18 Juni 2024)
3. Lokasi: Madinah, Jeddah, Makkah, Arafah, dan Mina
4. Usia jemaah yang meninggal: Tertua 94 tahun, termuda 31 tahun
5. Kategori kesehatan jemaah: Mayoritas risti, 16 orang tidak risti
6. Perbandingan dengan tahun lalu: Turun, 283 jemaah meninggal di periode yang sama tahun 2023
[aje]






