Perjalanan panjang atau long walk di dunia media online yang lahir pada 1 April 2006 tentu banyak suka dukanya dan jalan berliku.
Sebagai orang yang sejak awal masuk menjadi menjadi wartawan beritajatim.com di Surabaya tentu tidak mudah.
Sebelumnya saya adalah wartawan media cetak di Surabaya dan harus pensiun dini akibat adanya program pengurangan karyawan.
Dua minggu setelah pensiun dini dari media cetak karena masih ingin menjadi wartawan sayapun akhirnya menerima tawaran dari teman-teman jurnalis yang mendirikan beritajatim.com. Saat itu media online ini mengontrak rumah besar di jalan Ngagel Jaya Utara Surabaya selama 2 tahun.
Terjun ke lapangaan 16 tahun lalu banyak narasumber yang bertanya dari mana? koran apa? “saya sebut ‘beritajatim.com”, terus mereka masih mencecar lagi apakah milik Pemprov Jatim? ada tidak dijual di loper pinggir jalan?.
Begitu juga saat bertemu dengan sejumlah teman liputan di lapangan yang usianya lebih berpengalaman dari saya, selalu memberikan penilaian negatif bahwa media digital atau online tidak bertahan lama dan paling 3 bulan sudah bangkrut dengan alasan masyarakat belum melek internet.
Memulai menjadi wartawan online tentu perilaku langsung berubah 180 derajat, kecepatan dalam melaporkan setiap kejadian dan peristiwa menjadi hal utama. Tentu tidak hanya kecepatan dalam melaporkan namun juga akurasi dalam pemberitaan dan tentu saja cover both side (asas keberimbangan).
Kehadiran detiksurabaya.com saat itu juga disebut menjadi kompetitor kami sekaligus edukasi bagi pasar di Surabaya menjadi melek internet terutama mengakses media digital. Kecepatan dan persaingan dengan detiksurabaya.com saat itu hampir setiap hari.
Usai melaporkan kejadian saya ketik kemudian berita langsung bisa dibaca jika pembaca mempunyai perangkat seperti Personal Computer (PC), laptop atau smartphone.
Saat itu saya membeli handphone comunicator merek nokia yang masih dianggap canggih dan bisa browsing dan mengirim email.
Nokia 9000 Communicator memiliki kemampuan mengirim email dan menjelajah dunia maya (browsing), secara mobile.
Perangkat ini menjadi salah satu paling awal yang dapat kami gambarkan hari ini sebagai smartphone.
[berita-terkait number=”4″ tag=”media”]
Dengan smartphone tersebut kecepatan berita bisa dibuat hingga menjadi beberapa angle dari satu peristiwa. Saat itu istilahnya habiskan angle atau penggalian berita saat itu juga atau runing news.
Penduduk Jawa Timur pada tahun 2006 yang hampir 36 Juta lebih merupakan potensi bagi kehadiran digital. Selain penduduk yang banyak tersebut juga Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).
Tahun 2020, produk domestik regional bruto (PDRB) DKI mencapai Rp 2500 triliun, sementara Jatim mencapai Rp 2350 triliun. Artinya PDRB jatim hampir setara.
Vitalitas
Kecepatan dalam melaporan tersebut menjadi hal yang pertama di Jawa Timur saat kami mendapat peristiwa muncratnya semburan Lumpur Sidoarjo pada 29 Mei 2006.
Setiap beberapa menit setelah kejadian kami update perkembangan secara real time, kecepatan melaporkan dengan akurasi dan mematahui kode etik jurnalistik tersebut tentu saja membuat kami menjadi rujukan bagi media nasional dan stake holder pengambil keputusan di Jawa Timur dan Sidoarjo.
Vitalitas dalam melaporkan kejadian real time hingga 24 jam tetap kami jaga hingga kini bagi awak redaksi beritajatim.com.
Selain mendapat momentum semburan lembur tentu kontestasi politik di Jawa Timur setiap pemilihan kepala daerah (Pilkada) secara langsung.
Apalagi saat itu menjelang 2008 persaingan Calon Gubernur juga sangat hangat mengingat Gubernur Imam Oetomo telah memimpin selama 2 periode.
Tidak hanya konstasi di tingkat Gubernur namun juga pelaksanaan Pilkada Daerah 38 Kabupaten/Kotajuga menjadi isu yang sangat dicari pembaca.
Membangun Komunitas
Beritajatim.com sejak awal selain mengabarkan peristiwa dan kejadian maupun konstalasi politik lokal juga bergerak terus membangun komunitas.
Saat itu beritajatim.com sangat intens untuk mengabarkan rivalitas klub liga papan atas Arema dan Persebaya. Kedua klub asal Jawa Timur hampir dominan menguasai peta Jawa Timur.
Kami tentunya mengelola rivalitas hanya sebatas diatas lapangan sepakbola. Kedua klub jika hendak bermain sudah kami preview pra pertandingan hingga hasilnya dan pembaca kami saat itu kami akui berasal dari komunitas suporter sepakbola ini.
Kepercayaan (trust)
Kami sejak awal berdiri ada pengingklan yang hingga saat ini masih setia memasang iklannya. Kepercayaan brand BUMN besar tersebut karena menjalin hubungan yang setara dan punya itikad baik. “Kami menjauhi menggebuki atau memojokkan seseorang dengan tulisan,” kata Dwi Eko Lokononto Pemimpin Redaksi beritajatim.com dalam setiap kesempatan.
Tidak hanya perusahaan BUMN yang memasang iklan namun juga personal yang dilakukan penawaran iklan secara langsung. Kami tetap menjalankan periklanan secara langsung (direct sales) dengan agency maupun personal yang ingin memasang iklan karena tradisi ini membuat kami bisa melakukan tawar menawar harga.
Hal ini berbeda dengan iklan programatik dari platform global yang menempatkan pihak penerbit seperti kami yang media lokal dibawah subordinasi dengan penetapan harga yang tidak transparan dan jelas.
Sehingga pendapatan atau revenue dari Programatik di dunia maya baik dari Facebook, Google dan lainnya masih kecil karena kami juga memperebutkan iklan tersebut bersama 43.000 media online di seluruh Indonesia (data dewan pers) sehingga kami hanya mendapat remahan saja.
Melakukan Inovasi dan Kolaborasi
Pandemi covid 19 mengajarkan kepada kami melakukan transformasi digital lebih cepat. Pengguna internet semakin banyak. Hal ini tentu membuat kami untuk melakukan inovasi dan perbaikan terutama di bagian IT sebagai basis utama perusahaan IT.
Media digital tidak hanya mengandalkan teks dan foto saja namun saat ini video juga harus bisa diambil oleh wartawan digital atau biasa disebut multitasking.
Tidak hanya mengandalkan multitasking namun kami juga membuka networking dan kolaborasi dengan media massa baik itu lokal dan nasional. Kolaborasi dan networking ini dilakukan agar kami juga bisa dikenal ditempat lain selain di Jawa Timur.
Tentu hingga saat ini masih banyak kekurangan dalam menyajikan produk yang berkualitas kepada pembaca setia beritajatim.com. Dan kami tetap bersemangat untuk berpacu berinovasi dan pembaruan terhadap produk digital kami. Salam (ted)






