Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 15 PAC PPP di Surabaya mundur massal. Hal ini imbas pergantian Ketua DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Surabaya, Ali Mahfud.
“Ada 15 ketua PAC PPP Surabaya yang sore ini menyerahkan surat pengunduran diri di DPW PPP Jawa Timur di Kendangsari Surabaya,” kata Ketua Pengurus Anak Cabang (PAC) Bulak Surabaya Fakih saat dihubungi, Kamis (22/6/2023).
Fakih menyebut resistensi di tubuh internal partai berlambang Ka’bah ini akibat penggantian tersebut. Menurut Fakih, penggantian tersebut tidak logis dan terkesan dibuat-buat karena tidak ada kesalahan yang dibuat oleh ketua DPC.
“Tidak ada proses tabayyun kepada kami selaku ketua PAC pun kepada Ketua DPC PPP Surabaya Ali Mahfud. Coba saja dikonfirmasi, ini sudah tidak sehat kita harus satu suara untuk memenangkan PPP di 2024, kalau begini mau bagaimana?,” tanya Fakih.
Dia menyebutkan, jumlah ketua PAC yang mundur tidak berhenti pada angka 15 orang. Fakih menyatakan bahwa pada Jumat (23/6/2023) ada 7 ketua PAC yang bakal mundur lagi.
Terpisah, Ali Mahfud mengaku tidak mengetahui 15 Ketua PAC PPP Surabaya yang mundur. Ali menyerahkan keputusan tersebut kepada para Ketua PAC. “Kalau saya diganti dengan Plt memang sudah tahu. Tapi saya tidak bisa memaksa juga para Ketua PAC yang mundur, mereka mungkin menilai selama ini sudah berkorban untuk PPP Surabaya dan bertekad untuk memenangkan PPP di 2024,” ungkapnya.
Seperti diketahui, Ali ditetapkan sebagai Ketua DPC PPP Surabaya pada 25 Februari 2022. Seharusnya, dia menyelesaikan tugas sebagai Ketua DPC PPP Surabaya pada 2027 mendatang. Selama menjadi nakhoda di PPP Surabaya, beberapa hal telah dilakukan Ali. Antara lain, membentuk PAC di 29 kecamatan di Surabaya hingga pembentukan ranting sebanyak 90 ranting di Surabaya.[asg/kun]
BACA JUGA:






