Kediri (beritajatim.com) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri bersiaga menghadapi ancaman bencana hidrometeorologi. Ada beberapa hal yang dipersiapkan, salah satunya berkoordinasi dengan internal dan eksternal.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri Indun Munawaroh mengatakan, pihaknya melakukan kesiapsiagaan menghadapi bencana hidrometeorologi sebagaimana tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Jawa Timur Nomor 360/3295/208.3/2023. Dalam hal ini, dia akan memperhatikan 13 poin penting.
“Dalam 13 poin tersebut yang paling penting ialah koordinasi dan sinergitas lintas sektor, karena merupakan hal krusial dalam penanganan bencana baik dalam hal kesiapsiagaan mitigasi, penanganan darurat, ataupun fase pemulihan,” kata Indun Munawaroh.
Saat ini Pemkot Kediri telah melakukan koordinasi internal dan eksternal kepada lembaga-lembaga di luar Pemkot Kediri, seperti: TNI, POLRI, BBWS Brantas, PLN, DPU SDA Provinsi Jawa Timur, DPU Bina Marga Provinsi Jawa Timur, Jasa Tirta I, dan relawan.
Pihaknya telah melakukan pemetaan terhadap wilayah yang mempunyai risiko tinggi terjadinya genangan atau potensi bencana lain akibat hidrometeorologi ini, seperti: tanah longsor, genangan air, dan pohon tumbang.
“Kita kemarin sudah memetakan kelurahan di Kota Kediri yang rawan banjir atau secara historis menjadi langganan banjir,” kata Indun.
Dari hasil pemetaan tersebut, Pemkot Kediri menganalisis akar permasalahan banjir di Kota Kediri, yakni: sedimentasi saluran air, vegetasi yang menutupi saluran air, kondisi drainase yang kurang optimal, serta saluran air terlalu kecil.
“Alhamdulillah kita bekerjasama dengan OPD terkait dan Ibu Pj Walikota Kediri kemarin sudah melaksanakan kerja bakti di spot-spot tinggi terjadi genangan akibat curah hujan tinggi,” ucapnya.
Sejumlah OPD pun terlibat langsung dalam memitigasi bencana hidrometereologi, di antaranya: Dinas PUPR dan DPKP secara kontinyu melakukan pengerukan sedimen di saluran air yang cukup besar, salah satunya Sungai Kedak.
DLHKP juga melakukan pemantauan terhadap sampah kiriman dari wilayah lain yang kiranya dapat menghambat jalannya air, selain itu DLHKP juga melakukan rantingisasi, yakni pemotongan ranting pohon yang berisiko roboh saat cuaca ekstrem, BPBD juga telah menyiapkan posko dan SDM selama 24 jam tanpa henti serta menyiagakan sarana dan prasarana.
“Overall yang paling penting kita sudah koordinasi internal dan eksternal siapa melakukan apa pada saat apa, supaya tidak ada kejadian saling menyalahkan dan lempar tanggungjawab,” jelasnya.
Indun juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap waspada saat melakukan aktivitas di luar terutama saat hujan, tidak memarkir atau berteduh di bawah pohon, tidak membuang sampah di saluran air dan turut menjaga kebersihan sungai.
Sebagai upaya mitigasi, pihaknya juga telah mempublikasikan imbauan tersebut melalui media sosial BPBD Kota Kediri.
“Apabila terjadi kejadian yang tidak diinginkan akibat bencana hidrometeorologi, harap menghubungi call center BPBD di nomor 08113595113. “Semoga Kota Kediri tetap aman terkendali,” pungkasnya. [nm/beq]






