Magetan (beritajatim.com) – Selama 12 hari kejadian kebakaran hutan Gunung Lawu, masih ada tiga orang yang bertahan di kawasan puncak yakni di Hargo Dalem. Adalah Wagiyem atau yang akrab disapa Mbok Yem, bersama Muis dan Kelik. Kedua pegawai warung Mbok Yem merupakan anggota satgas Perhutani KPH Lawu Ds.
Ketiganya masih beraktivitas di kawasan Hargo Dalem pasca sambaran api karhutla menghanguskan empat warung di puncak Lawu itu. Asisten Perhutani BKPH Lawu Delatan Windu Prasitama mengatakan, hingga hari kedua belas, ketiganya masih bertahan di Hargo Dalem.
“Kami memastikan, baik siapapun relawan yang naik, pasti menengok Mbok Yem dan memberikan kabar. Pada, Minggu (8/10/2023) lalu, ada yang naik, dan Mbok Yem bersama Pak Kelik dan Mas Muis sehat di sana,” kata Windu, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: Pulung Agustanto Launching Lagu Rambut Putih Untuk Ganjar Pranowo
Tak hanya memastikan kesehatan ketiganya, petugas yang naik melakukan pemantauan juga memastikan logistik untuk ketiganya bertahan di Hargo Dalem juga tercukupi.
“Logistik masih cukup sampai akhir bulan ini. Sampai kebakaran mereda, kami akan terus pastikan jika ketiganya sehat dan logistik cukup,” lanjut Windu.
Sampai kini, Mbok Yem tak mau diajak turun. Petugas pun hanya bisa menuruti apa yang diminta wanita berusia 64 tahun asal Desa Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan itu.
Baca Juga: Pemotor di Jombang Tewas Usai Terserempet Pikap Muat Buah
“Mbok Yem sudah pernah diajak petugas untuk turun karena Karhutla ini. Namun, beliau punya kemauan sendiri, yakni dengan tetap bertahan di Hargo Dalem. Kami hanya bisa menuruti kemauan beliau sembari memantau keadaan mereka,” pungkasnya.
Sebelumnya diberitakan, Sejumlah warung di Kawasan Puncak Gunung Lawu tepatnya di Hargo Dalem terdampak kebakaran hutan pada Minggu (1/10/2023 ) lalu. Namun, Mbok Yem, salah seorang pemilik warung mengaku tak ingin turun.
Lansia asal Desa Gonggang Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan itu mengaku merasa aman di kawasan Puncak Gunung Lawu. Dia ditemani dua satgas Perhutani sekaligus pegawai warungnya yakni Muis dan Kelik.
Baca Juga: Ganjar Pranowo Peluk dan Janji Bantu Anak Yatim MTs NU Tasikmalaya
Dalam sebuah video yang diunggah dalam Grup Gunung Lawu 3.265 MDPL pada 3 Oktober 2023, Mbok Yem mengaku tak mau turun dari warung di ketinggian sekitar 3.170 meter diatas permukaan laut itu.
“Sehat, aku sehat neng kene. Pokoke aku ra arep jaluk medun. Aku tetap neng kene. Warungku slamet, kabeh slamet,” kata Mbok Yem dalam rekaman video milik salah seorang relawan yang memantau karhutla di kawasan Gunung Lawu pada 2 Oktober 2023.
Wanita 64 tahun itu meminta doa pada siapa saja agar dirinya diberi kesehatan dan keselamatan selama bertahan di kawasan Puncak Gunung Lawu meski saat ini titik api masih terlihat di hutan lindung Gunung Lawu.
Baca Juga: Ayah Ronald Tannur Akui Kesalahan Anaknya, Edward Tannur: Supaya Pihak Korban Merasa Puas
“Nyuwun dongan wae, kulo diparingi kuat slamet teng mriki. Aku nek dijak medun, aku ra gelem medun,” katanya.
Diketahui, warung Mbok Yem masih berdiri tegak tak tersentuh api sama sekali. Namun, beberapa warung di kawasan Hargo Dalem hangus terbakar karena terdampak karhutla.
Hingga saat ini, api di kawasan puncak Gunung Lawu dipastikan sudah padam. Pun, jalur pendakian Gunung Lawu sudah ditutup sejak 9 September 2023 lalu. Baik via Jawa Timur maupun via Jawa Tengah.
Baca Juga: Pentingnya Pedoman Pemberitaan Isu Keberagaman Jelang Pemilu
Saat ini, tiga daerah di selingkar Gunung Lawu sudah menyatakan status Tanggap Darurat Karhutla, termasuk Ngawi dan Magetan di Jawa Timur serta Kabupaten Karanganyar di Jawa Tengah. Upaya pemadaman masih dilakukan, baik jalur darat dan jalur udara menggunakan water bombing oleh helikopter BNPB. [fiq/ian]






