Gresik (beritajatim.com) – Penyakit katarak menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah Gresik. Pasalnya masih ada 112 orang lanjut usia (lansia) di Pulau Bawean terindikasi penyakit ini.
Kasus penyakit katarak mencuat saat tim dari Eyelink Foundation memeriksa 389 warga di sana. Hasilnya, 112 lansia terindikasi katarak dan 41 lansia terindikasi Pterygium. Pemeriksaan itu berlangsung di 16 desa.
“Sebagai besar yang terindikasi mengeluh mata buram dan terkendala dalam beraktivitas, namun menganggap hal ini bukan suatu masalah besar,” ujar Kordinator tim Eyelink Foundation Gresik, Surya Bagus Jatmiko, Rabu (7/12/2022).
Pemeriksaan mata dasar ini merupakan agenda pembuka dari program Membuka Lentera Bawean. Dimana program lintas stake holder bidang kesehatan ini memang fokus dalam pemberantasan kebutaan akibat gangguan penglihatan dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
“Selain operasi katarak gratis, kita juga berikan operasi pterygium gratis dan kacamat gratis bagi siswa sekolah,” imbuh Bagus.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gresik”]
Ia menambahkan, adanya penemuan penderita katarak yang cukup tinggi, pihaknya melanjutkan pemeriksaan mata di Puskesmas Sangkapura. Pasien di Sangkapura juga banyak ditemui yang mengalami gejala katarak. Misalnya, penglihatan kabur, penurunan tajam penglihatan, sering berganti kacamata, hingga kerap silau.
“Kalau sudah terindikasi Katarak, maka harus segera dilakukan operasi Katarak untuk mengembalikan kondisi penglihatan agar aktivitas tidak terhambat,” ungkap Bagus.
Sementara itu, Kepala Puskesmas Tambak Zulfiyan Nasrullah mengatakan dengan datangnya tim Eyelink Foundation ini sangat membantu masyarakat. Sebab, poli mata dan juga tindakan operasi katarak belum ada di sini.
“Akses untuk periksa ke Gresik kan membutuhkan biaya, mulai dari transportasi hingga penyewaan yang membutuhkan tambahan biaya sewaktu dilakukan operasi,” pungkasnya. [dny/but]






