Lumajang (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang memprioritaskan perbaikan 100 ruas jalan kabupaten yang masuk kategori rusak parah pada tahun anggaran 2026. Langkah ini diambil setelah Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) mencatat tingkat kemantapan jalan di titik-titik tersebut kini berada di bawah 15 persen.
Data terbaru menunjukkan jumlah ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemkab Lumajang mencapai 496 ruas dengan total panjang 1.100 kilometer. Dari jumlah tersebut, sebanyak 100 ruas jalan mengalami kerusakan fisik mencapai 85 persen pada setiap ruasnya.
Sekretaris Dinas PUTR Lumajang, Rudy Purbo Wahyono, menegaskan bahwa jalan dengan tingkat kemantapan serendah itu wajib segera mendapatkan rehabilitasi total. Ia memastikan seratus ruas jalan tersebut kini telah masuk dalam skema skala prioritas pembangunan infrastruktur daerah tahun ini.
“Jadi, ini kalau kemantapannya di bawah 15 persen memang harus dilakukan rehab. Tentu akan masuk dalam skala prioritas,” terang Rudy, ditulis Sabtu (7/2/2026).
Meskipun telah masuk skala prioritas, proses pembenahan infrastruktur ini akan dilaksanakan secara bertahap menyesuaikan dengan kemampuan anggaran daerah. Keterbatasan fiskal menjadi faktor utama yang menentukan kecepatan eksekusi pengerjaan di lapangan sepanjang tahun 2026.
Rudy mengungkapkan bahwa porsi anggaran untuk pembenahan infrastruktur pada tahun ini mengalami pengurangan yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan alokasi dana tersebut mencapai sekitar 50 persen sehingga menuntut efisiensi maksimal dalam penggunaan anggaran.
“Ya ini jadi kendalanya dengan porsi anggaran yang lebih kecil dibanding tahun lalu, ini penurunannya sekitar 50 persen. Jadi, akan disesuaikan itu untuk pembenahannya,” ungkap Rudy memaparkan tantangan anggaran yang dihadapi dinasnya.
Dinas PUTR Lumajang kini tengah menyusun jadwal pengerjaan teknis agar rehabilitasi jalan dapat berjalan efektif meski dengan keterbatasan dana. Prioritas utama akan diberikan pada jalur-jalur strategis yang memiliki mobilitas warga dan dampak ekonomi paling tinggi di wilayah Lumajang.
Perbaikan ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antar-wilayah serta menjamin keamanan berkendara bagi masyarakat luas, termasuk generasi muda yang aktif bermobilitas. Pemerintah daerah berkomitmen terus mengupayakan pemerataan infrastruktur jalan demi mendukung pertumbuhan ekonomi di pelosok desa. [has/beq]






