Jombang (beritajatim.com) – Sebanyak enam desa di Jombang menerapkan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) berbasis mikro. Pelaksanaan itu dimulai 9 Februari sampai 22 Pebruari 2021. Nah, setelah 10 hari berjalan, ada dua desa yang statusnya berubah menjadi hijau. Yakni, Desa Plandi dan Candimulyo, Kecamatan Jombang.
Adanya dua desa yang berubah status tersebut diketahui berdasarkan evaluasi dan pemantauan yang dilakukan Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab bersama Forkopimda di enam desa/keluarahan yang menerapkan kebijakan tersebut, Jumat (19/2/2021).
[berita-terkait number=”5″ tag=”ppkm”]
Enam desa/kelurahan itu masing-masing Sengon, Kepatihan, Plandi, Candimulyo, serta Kelurahan Kepanjen dan Jombatan. Bupati dan rombongan meninjau enam posko PPKM berbasis mikro di wilayah tersebut.
“Alhamdulillah, dari enam desa itu, ada dua yang statusnya berubah menjadi hijau. Yaitu Desa Plandi dan Candimulyo. Hal ini berkat kerjasama yang baik antara para Kepala Desa, tiga pilar serta dukungan masyarakat setempat yang patuh pada Prokes (protokol kesehatan). Mudah -mudahan semuanya segera menyusul menjadi zona Hijau,” kata Mundjidah.
Bupati perempuan ini mengklaim bahwa penerapan PPKM mikro di Jombang berjalan lancar. Dia juga menyampaikan ucapan terima kasih dan mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh Kepala Desa bersama tiga pilar dan jajarannya.
Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab saat menyerahkan bantuan di Posko PPKM mikro Desa Kepatihan, Jumat (19/2/2021). [foto/istimewa]
“Sedangkan yang masih zona oranye dan merah, segera menyusul menjadi zona hijau. Untuk itu, tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Terus disiplin memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas),” pungkas putri pendiri NU KH Wahab Chasbullah ini. [suf]







