Gresik (beritajatim.com) – Sepuluh desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Benjeng dan Balongpanggang, masih tergenang banjir akibat luapan Kali Lamong. Empat di antaranya Desa Banjaragung, Desa Balongpanggang, Desa Kedungpring, dan Desa Pucung, yang berlokasi di Kecamatan Balongpanggang.
Luapan banjir itu sebagian besar masih menggenangi jalan poros desa serta 10 rumah warga yang tergenang air. Ketinggian air 10 sampai 40 centimeter.
Sementara di Kecamatan Benjeng, ada lima desa yang masih tergenang. Kelima desa tersebut antara lain Desa Lundo, Sedapurklagen, Desa Deliksumber, Desa Kricak, dan Desa Munggugebang.
Selain di dua kecamatan tersebut, banjir juga menggenangi Desa Cermen Lerek, Kecamatan Kedamean. Pada desa yang pernah bantuan dari Kementrian Sosial (Kemensos) tersebut, ada 10 rumah milik warga yang tergenang banjir.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gresik, Tarso Soegito menuturkan, terkait dengan banjir itu pihaknya terus memantau perkembangan banjir akibat meluapnya Kali Lamong.
“Kami terus memonitor tinggi rendahnya air banjir serta berkodinasi dengan Muspika setempat,” ujarnya, Senin (15/11/2021).
[berita-terkait number=”4″ tag=”banjir-gresik”]
Masih menurut Tarso, banjir yang melanda di sepuluh desa itu. Tidak melanda di rumah warga. Namun, banyak menggenangi jalan poros desa serta jalan lingkungan.
“Banjir kali ini tidak menggenangi rumah tapi lebih banyak ke jalan poros desa. Tapi, tim kami di lapangan terus memonitor perkembangan debit air Kali Lamong,” pungkasnya. [dny/but]






