Surabaya (beritajatim.com) – Ajang festival band pelajar tahunan, Smekdors Fiesta ke-XXIII, yang diselenggarakan SMK Dr. Soetomo (Smekdors) Surabaya, Sabtu (18/10/2025), menghadirkan peluang emas bagi musisi muda.
Sebanyak 10 grup band terbaik yang lolos ke babak final tidak hanya memperebutkan gelar juara, tetapi juga mendapatkan kontrak rekaman profesional.
Lagu ciptaan kesepuluh finalis tersebut akan direkam secara profesional, dikumpulkan dalam sebuah album kompilasi, dan dirilis di berbagai platform musik digital seperti Spotify hingga Apple Music.
Setelah album rampung, pihak sekolah bahkan akan menggelar konser promosi resmi sebagai ajang peluncuran karya para finalis.
Juri Smekdors Fiesta, Ronnie Udara menegaskan bahwa kesempatan ini merupakan misi utama festival tahun ini untuk mendorong kemandirian musisi.
“Misi Smekdors Fiesta 2025 ini bukan hanya mencari best performance, tapi kita ingin melangkah lebih jauh di industri ini, yaitu kita membuatkan kompilasi album berupa 10 lagu dan 10 artis terbaik yang kita produce, kita release, dan kita promosikan di digital streaming platform,” kata Ronnie.
Menurutnya, fokus utama penjurian adalah pada lagu orisinal. Hal ini untuk melahirkan talenta musisi baru yang percaya diri membawakan karya sendiri.
“Yang pertama, lagu orisinal jelas itu mendominasi. Kita lihat secara karakter bandnya, harmonisasinya, dan juga potensi lagunya itu sendiri. Saya cukup takjub, perkembangan referensi mereka bermusik cukup luar biasa, tinggal bagaimana mengolahnya,” lanjutnya.
Sementara itu, Kepala Smekdors, Juliantono Hadi menjelaskan bahwa festival yang telah berjalan 15 tahun dan diikuti oleh 40 grup band dari seluruh Indonesia ini, menjadi bukti konsistensi sekolah vokasi dalam mendukung industri kreatif digital.
“Smekdors Fiesta bukan hanya soal musik, tapi tentang proses belajar mengelola event besar secara mandiri,” ujar Abah Anton, sapaannya.
Sebanyak 50 siswa dari berbagai jurusan (Akuntansi, Perhotelan, Produksi Film, PSPT, dan Bisnis Ritel) dilibatkan sebagai event organizer (EO) acara. Mereka mengelola seluruh aspek, mulai dari teknis audio-video, tata panggung, konsumsi, penjualan tiket, hingga dokumentasi.
Lomba band pelajar yang telah menyeleksi 15 grup terbaik ini juga turut didukung oleh dewan juri profesional, termasuk Ipung (Power Metal) dan Arry (Mister Pink).
Dengan konsep ini, SMK Dr. Soetomo membuktikan pendidikan vokasi tidak hanya mencetak teknisi, tetapi juga kreator muda yang siap bersaing di dunia industri digital. [ipl/kun]






