Surabaya (beritajatim.com) – Jawa Timur resmi menorehkan sejarah pada peringatan HUT ke-80 RI. Sebanyak 10.864 pelajar SMA dan SMK membentangkan kain Merah Putih sepanjang 15.273 meter di sejumlah ruas jalan utama Surabaya, Minggu (17/8/2025).
Kain raksasa tersebut sebelumnya dijahit oleh lebih dari 9.000 murid dan guru dari 161 sekolah di 38 kabupaten/kota. Aksi kolosal ini mengantarkan Dinas Pendidikan Jawa Timur (Dindik Jatim) mencatatkan Rekor MURI Dunia untuk kategori kain terpanjang.
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan kegiatan ini bertujuan menanamkan semangat kebangsaan pada generasi muda.
“Kita ingin generasi muda semakin mencintai bangsa dan negaranya, mencintai simbol negera serta memperkuat jiwa nasionalisme dengan berjuang meningkatkan kualitas pendidikan dan juga prestasi,” ujar Aries.
Rute bentangan dibagi sesuai sekolah. Misalnya, SMAN 7 Surabaya dengan 1.043 siswa membentangkan kain dari Kapasari hingga RS Adi Husada, sedangkan SMKN 8 Surabaya dengan 1.080 murid menempuh jalur Ambengan–Kamboja–Klenteng Cheng Hoo hingga Makam Pahlawan. Total ada 12 SMA/SMK di Surabaya yang terlibat langsung.
Aries menyebut kain Merah Putih tersebut nantinya dipotong sesuai ukuran standar bendera lapangan (120 x 180 cm) dan dibagikan kembali ke sekolah-sekolah di seluruh Jatim.
Perwakilan MURI, Triyono, mengungkapkan ada dua rekor yang dicatatkan Pemprov Jatim melalui Dindik Jatim. Pertama, menjahit kain Merah Putih di sekolah terbanyak dengan melibatkan 7.457 murid. Kedua, pembentangan kain Merah Putih oleh pelajar terbanyak dengan jumlah 10.864 orang.
“Salah satunya bahkan masuk kategori MURI Dunia. Ini bukan sekadar rekor, tetapi bukti gotong-royong, cinta tanah air, dan semangat kebersamaan generasi muda atau pelajar Jawa Timur,” jelasnya.
Dengan torehan ini, Jatim menunjukkan bahwa semangat perjuangan para pahlawan tetap hidup melalui kreativitas dan kolaborasi pelajar di era modern. [ipl/but]






