Politik Pemerintahan

Pilwali Surabaya Maksimal Hanya 5 Paslon

Surabaya (beritajatim.com) – KPU Kota Surabaya ternyata sudah mulai melakukan proyeksi gelaran Pilwali Surabaya 2020.

Berdasarkan simulasi yang dilakukan, pesta demokrasi itu paling banyak diikuti oleh 5 pasang calon.

“Proyeksi lima pasang calon itu sesuai dengan data DB1 hasil pemilu kemarin,” ungkap Ketua KPU Kota Surabaya Nur Syamsi.

Terkait detail anggaran, dirinya memastikan jika hal itu akan dibahas lebih lanjut.

“Untuk detail anggarannya, kami akan bahas dengan pemkot,” ujar Syamsi.

“Namun, pada 2015, KPU Surabaya mengajukan Rp 77 miliar. Anggaran yang disetujui Rp 71 miliar. Sedangkan yang terserap Rp 55 miliar,” paparnya lebih lanjut.

Di sisi lain, KPU Surabaya telah memproyeksikan jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang akan disediakan untuk pemilihan wali kota Surabaya pada 2020. Yakni, 4.326 lokasi. Syamsi menuturkan, dari hasil kajian yang telah mereka buat, 4.326 TPS itu sesuai dengan prinsip efektif dan efisien. Ada aturan satu TPS untuk pemilihan kepala daerah itu maksimal 800 pemilih.

”Dengan 4.326 TPS itu, di satu TPS rata-rata pemilihnya 500 orang. Jumlah TPS tersebut memang lebih banyak daripada Pilwali Surabaya 2015, yakni 3.936 TPS,” kata Syamsi.

Dengan penambahan jumlah TPS, penghitungan surat suara diharapkan bisa selesai sebelum malam. Apalagi yang dicoblos hanya satu surat suara. Berbeda halnya dengan pemilu yang sampai lima surat suara.

“Sehingga waktu penghitungan cukup. Tidak sampai malam-malam,” pungkas pria yang menjadi ketua KPU Surabaya dua periode itu.(ifw/ted)

Apa Reaksi Anda?

Komentar