Hukum & Kriminal

Pembunuhan Guru di Probolinggo, Polisi Buru Suami Korban

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendi

Probolinggo (beritajatim.com) – Polisi secara maraton bergerak mengungkap misteri pembunuhan Endang Sukeni, (59), guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA N. 1 Leces, warga JL. Anggur, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, Senin (17/6/2019) siang.

Kasat Reskrim Polres Probolinggo Kota, AKP Nanang Fendi mengungkapkan, selain meminta keterangan sejumlah pihak, anggotanya juga melakukan pencarian (As) disebut-sebut suami sirri korban.

Sebab, saat peristiwa terjadi, (As) tak diketahui keberadaannya. “Ya semua kita mintai keterangan. Anggota di lapangan juga sedang menyisir posisi As dimana. Namun penyelidikan belum bisa mengarah ke siapa siapa,” tandasnya.

Sementara terkait info yang didapat beritajatim.com jika ponsel korban terdeteksi di wilayah Pasuruan, juga dibenarkan oleh Nanang. “Ya. Kita dalami semuanya. Benar ponsel korban beberapa jam terakhir di off-kan seseorang di wilayah Pasuruan. Siapa mematikan masih kita dalami,” pungkas Nanang.

Sementara petugas kamar mayat RSUD dr. Mohammad Saleh, Kota Probolinggo, yang wanti-wanti namanya tidak ditulis mengatakan, pada jenazah terdapat bekas cekikan di leher, lidah korban juga menjulur dan darah mengalir dari hidung. “Kalau wajah bengkak mungkin karena efek cekikan di leher,” katanya.

Diberitakan sebelumnya, Endang Sukeni, (59), guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA N. 1 Leces, warga JL. Anggur, Kelurahan/Kecamatan Wonoasih, Kota Probolinggo, ditemukan tewas di dalam kamar rumahnya, Senin (17/6/2019) siang.

Polisi menduga, korban dibunuh. Sedang motif pembunuhan masih didalami. Jasad korban ditemukan sekira jam 10:30 WIB. Hasil olah tempat kejadian perkara (TKP), menyebutkan, tas dan ponsel milik korban hilang. [eko/suf]

Apa Reaksi Anda?

Komentar