Lumajang (beritajatim.com) – Seorang penambang pasir di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengalami luka bakar serius setelah tertimbun material sisa erupsi awan panas Gunung Semeru.
Sebelumnya, korban bernama Veri Irawan (33), warga Desa Sumberwuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, tertimbun material vulkanik panas saat sedang menambang di sekitar Jembatan Gladak Perak, Sabtu (20/6/2026) dini hari.
Aris Susanto, kakak korban mengatakan, saat itu adiknya pergi menambang bersama 16 rekan kerjanya.
Nahas, saat aktivitas menambang sedang berlangsung, tebing di dekat lokasi korban bekerja secara tiba-tiba longsor.
“Waktu itukan nambang sama temannya nyari pasir sama batu. Tiba-tiba itu kesembur sekunder yang longsor dari tebing, itu materialnya panas,” terang Aris di Lumajang, Sabtu (20/6/2026).
Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan, material vulkanik yang menimbun korban merupakan endapan sisa awan panas guguran Gunung Semeru yang terjadi pada akhir November 2025 lalu.
Meski sudah tertimbun lebih dari 6 bulan, material tersebut masih menyimpan suhu panas yang sangat berbahaya.
“Jadi, kondisi materialnya masih panas, kalau terkena kulit bisa menyebabkan luka bakar. Ini memang korban juga menambang di zona yang dilarang,” kata Isnugroho.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar serius dan masih mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Haryoto Lumajang.
Wakil Direktur RSUD dr Haryoto Lumajang Wawan Arwijanto menjelaskan, korban mengalami luka bakar sebanyak 80 persen dari bagian tubuh.
“Ini luka bakar 80 persen lebih. Jadi ini sangat membahayakan, di mana biasanya di atas 40 persen saja sudah bahaya. Tapi kita akan berusaha maksimal memberikan bantuan medis,” ungkapnya. (has/ted)






