Malang(beritajatim.com) – Pengurus Komisariat Ikatan Alumni PMII Universitas Merdeka Malang (IKA PMII Merdeka) resmi dilantik pada Jumat, (19/6/2026).
Kepungurusan periode 2026 – 2031 diketuai oleh Muhammad Syifa’ul Khoiri alumni Rayon Hukum PMII Merdeka yang aktif di Kota Malang.
Syifa sapaan akrabnya ingin menjadikan momen pengukuhan IKA PMII Merdeka untuk memperkuat jaringan alumni dan pendampingan terhadap kader aktif. Dia ingin menjadikan IKA PMII sebagai rumah bersama para alumni PMII dengan kader PMII Merdeka.
“Ini menjadi momentum konsolidasi kepada sahabat-sahabat alumni PMII Merdeka yang saat ini telah aktif di bidangnya masing-masing seperti aktif di organisasi masyarakat, di pemerintahan, maupun di bidang usaha. Sekaligus, juga ajang silaturahmi dan penguatan terhadap jaringan dan termasuk kader,” kata Syifa.
Syifa menyebut tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah adanya pergeseran pola gerakan dan pola pikir mahasiswa. Dia meyakini sistem kaderisasi yang diterapkan 20 hingga 25 tahun lalu sudah tidak relevan diterapkan kepada generasi Z maupun generasi Alpha yang akan datang.
“Kami mempunyai tanggung jawab besar untuk mendampingi kader, karena proses kaderisasi saat ini dengan 25 tahun lalu sangat jauh berbeda. Sehingga, kami juga harus mengkolaborasikan dan berkoordinasi dengan kader-kader yang ada di Malang agar tidak terkikis zaman,” ujar Syifa.
Dia menegaskan IKA PMII Merdeka memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga api semangat para kader tetap hidup untuk aktif di organisasi ekstra kampus. Menurutnya kader di Malang tidak boleh terkikis oleh zaman, mereka harus mampu berkolaborasi dengan kemajuan yang ada.
“Banyak kader PMII yang menjadi tokoh besar di panggung nasional. Semangat inilah yang akan kami tularkan kepada adik-adik penerus,” kata Syifa.
Disisi lain IKA PMII Merdeka akan membuka diri dan berkolaborasi dengan seluruh pemangku kebijakan. IKA PMII Merdeka akan duduk bersama dengan Pemkot Malang dan DPRD Kota Malang dalam memberikan sumbangsih pemikiran yang konstruktif demi kemajuan Kota Malang.
“Kami siap membuka ruang diskusi bersama pemerintah, teruntuk kebaikan Kota Malang kedepannya,” kata pria yang memiliki latar belakang pengusaha itu. (luc/ted)






