Hukum & Kriminal

Kepala Dipukul Kayu, Bie Laporkan Tetangga

Sidoarjo (beritajatim.com) – Bie Hwa Lie (63), warga Perum Alamanda blok A3 RT 06/RW 07 Desa Dukuh Tengah Kecamatan Buduran, beserta keluarga mendatangi Mapolsek Buduran, Rabu (20/3/2019). Bie Hwa Lie ingin mempertanyakan perkembangan atau tindak lanjut atas pelaporan penganiayaan yang sudah dilaporkannya pada 14 Februari lalu.

Dalam surat laporan yang dibawa, dia melaporkan, Sutikno (45) tetangganya sendiri karena memukul di bagian kepala. “Saya dipukul pakai kayu yang ada pakunya mengenai kepala dan berdarah,” ucap Bie Hwa Lie.

Kejadian pemukulan diduga dilakukan oleh Sutikno pada 14 Februari sekitar pukul 17.30. Saat itu, Bie Hwa Lie jengkel karena daun pohon mangga milik Sutikno sering rontok jatuh ke dalam halaman rumah pelapor. Dia kemudian membuang kembali daun itu ke rumah Sutikno yang berada persis di sebelah kiri rumahnya. “Saya sempat cek-cok lalu dipukul pakai kayu,” terang Bie Hwa Lie.

Sang anak Dicky menambahkan, sebelum kejadian penganiayaan itu, bapaknya memang sempat berselisih dengan Sutikno. Sebelumnya, bapaknya juga pernah dipukul tangannya karena memperingatkan untuk tidak membuang sampah di halaman rumah bagian belakang. “Kalau diingatkan, Sutikno malah mengamuk dan marah-marah,” sambung dia.

Silam, lanjut Dicky dia mengaku juga pernah diancam celurit karena mengingatkan Sutikno untuk tidak membuang sampah seenaknya di kawasan rumahnya. “Malah saya sempat diacungi clurit yang dibawa,” terangnya.

Perselisihan tersebut sebenarnya sudah didamaikan oleh pihak RT. Bahkan, Sutikno juga pernah meminta maaf, tapi seperti tidak ada penyesalan atau sungguh-sungguh minta maaf. Dari kasus ini, Dicky menilai penganiayaan yang dilakukan Sutikno sudah kelewatan.

Karena sudah keterlaluan, dan hasil rembugan bersama keluarga, untuk kasus ini dilapor polisi biar tidak seenaknya sama orang lain. “Dari laporan itu, bapak saya juga sudah divisum dan ada lukanya di bagian kepala. Bapak menjalani perawatan di rumah selama sekitar dua minggu,” terangnya.

Kanit Reskim Polsek Buduran Ipda Nanang Mulyono mengatakan, perkara tersebut sudah naik ke tahap penyidikan. Pihaknya sudah memanggil terlapor dan nantinya akan kita tingkatkan menjadi tersangka. “Setelah penyidikan rampung nanti segera kita limpahkan ke kejaksaan,” papar Nanang.

Upaya polisi kepada keduanya, pelapor dan terlapor juga sudah dilakukan, namun tidak ada titik temu antara keduanya. “Pihak terlapor meminta kasusnya dilanjutkan, kami juga akan meneruskan,” jelas Nanang. (isa/kun)

Apa Reaksi Anda?

Komentar