Hukum & Kriminal

Karena Minta Cerai, Suami Sabit Istri di Mojokerto

Mojokerto (beritajatim.com) – Seorang istri di Mojokerto menjadi korban pembacokan suaminya sendiri. Korban, Arik Iswati (33) warga Dusun Pandan, Desa Pandanarum, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto dibacok karena minta cerai.

Kapolres Mojokerto, AKBP Setyo Koes Heriyatno mengatakan, pembacokan terjadi pada, Kamis (9/5/2019) dan terjadi di dapur rumah. “Sebelum aksi pembacokan, keduanya terlibat cek-cok karena pelaku merasa cemburu. Korban kemudian pergi ke dapur dan diikuti pelaku,” ungkapnya, Selasa (14/5/2019).

Masih kata Kapolres, pelaku yang tak lain suami korban, Eko Heri Susanto (36)  membuntuti korban dan membawa sebuah senjata tajam (sajam) jenis sabit. Sabit tersebut disabetkan di bagian punggung sebanyak dua kali dan satu kali di tangan.

“Dua kali di bagian punggung sebelah kiri dan kanan hingga terluka, korban berteriak minta tolong sambil tangan kanan menangkis sabit yang dibacokan pelaku ke arah leher dan tangan kiri korban. Aksi tersebut dipicu karena korban minta cerai,” katanya.

Kapolres menambahkan, dari tangan bapak dua anak tersebut diamankan barang bukti berupa satu buah sabit bergagang kayu, satu potong baju lengan pendek warna abu-abu terdapat bercak darah di bagian punggung sebelah kiri.

Satu potong jaket warna ungu terdapat dua lubang dan bercak darah di bagian punggung sebelah kiri dan satu potong BH warna merah muda terdapat bercak darah di bagian belakang BH. Akibat perbuatannya tersebut pelaku terancam Pasal 44 ayat (1) UU RI No 23 Tahun 2004 dengan ancaman lima tahun penjara.[tin/kun]

Apa Reaksi Anda?

Komentar