Bojonegoro (beritajatim.com) – Caleg (Calon Legislatif) Dapil Jatim XII Kabupaten Bojonegoro-Tuban, Zulfahmy Wahab menyapa warga Desa Deling Kecamatan Sekar Kabupaten Bojonegoro. Kedatangannya untuk menemui masyarakat sekitar wisata Atas Angin itu agar bisa mendengar aspirasi dan harapan masyarakat titik terluar Bojonegoro.
“Wilayah sekar ini memiliki potensi alam yang luar biasa, yang harus dikelola lebih baik ke depan,” ungkap Zulfahmy yang juga merupakan tokoh muda asal Kabupaten Bojonegoro, Kamis (16/11/2023).
Sehingga, lanjut dia, potensi yang ada di Kecamatan Sekar, Gondang, Temayang dan Ngasem, harus di explore dan dikenalkan ketingkat Jawa Timur, nasional atau bahkan internasional. “Agar memberikan dampak positif untuk masyarakat Bojonegoro,” tambah pria yang dikenal dekat dengan Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa ini.
Dalam kunjungannya itu, Zulfahmy mendapat sambutan hangat dari warga setempat di sekitaran lokasi Wisata Negeri Atas Angin. Berbagai elemen masyarakat menyambutnya bersama tokoh agama, tokoh tani hutan, dan termasuk 4 pimpinan PAC Partai Gerindra juga menyampaikan dukungannya.
BACA JUGA: Irham Choirudin, Caleg Gerindra Siap Sejahterakan Petani Kabupaten Kediri
Sementara itu pimpinan PAC Partai Gerindra empat kecamatan yang turut hadir dalam kegiatan itu yakni Kecamatan Sekar, Gondang, Temayang dan Ngasem. Dalam kesempatan tersebut menyatakan dukungan dan siap memenangkan Caleg Zulfahmy.
“Saya juga siap berjuang bersama kader Gerindra di wilayah Gondang untuk memenangkan Mas Zulfahmy Wahab. Apa lagi beliau sudah pernah menjabat Tenaga Ahli Menteri Sosial Khofifah Parawansa kala itu, sudah jelas kapasitas dan integritasnya jadi kita berjalan bersama untuk mengusungnya ke DPR Provinsi,” pungkas Muhamad Nur.
Sedangkan perwakilan tokoh kelompok tani hutan wilayah Klino – Gondang, Mbah Sumitro juga menyatakan dukungannya. “Kami siap mendukung memenangkan dan meraih suara terbanyak di Gondang – Sekar dan sekitarnya. Agar nanti bisa menyambung lidah untuk kawan-kawan tani hutan khususnya dan masyarakat Bojonegoro pada umumnya,” pungkas mbah Sumitro. [lus/suf]






