Lumajang (beritajatim.com) – Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Kamis pagi (24/7/2025), mempertegas statusnya sebagai gunung api aktif yang patut diwaspadai. Letusan yang terjadi pukul 07.09 WIB memunculkan kolom abu setinggi 1.000 meter di atas puncak dengan warna putih hingga kelabu dan intensitas tebal ke arah timur laut dan tenggara. Meski tidak berdampak langsung terhadap pemukiman, pemerintah menegaskan kembali larangan aktivitas di sejumlah zona rawan bencana.
Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PPGA) Semeru, Mukdas Sofian, menyebutkan erupsi tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi hingga 214 detik. “Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari, Kamis 24 Juli 2025 pukul 07.09 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati 1.000 meter di atas puncak,” terangnya dalam keterangan tertulis.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Rehabilitasi BPBD Lumajang, Yudhi Cahyono, mengatakan bahwa tidak ada laporan kerusakan atau korban jiwa akibat erupsi terbaru ini. Namun, ia menegaskan pentingnya disiplin masyarakat dalam mematuhi rekomendasi zona larangan aktivitas.
Berdasarkan rekomendasi resmi, warga dilarang beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga radius 8 kilometer dari puncak. Di luar zona itu, masyarakat juga diminta menjauhi area sejauh 500 meter dari sempadan sungai karena berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga mencapai 13 kilometer.
“Ini juga direkomendasikan agar masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 3 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu pijar. Juga mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar,” ujar Yudhi.
Status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada di Level II (Waspada). Pemerintah daerah bersama BPBD terus melakukan pemantauan dan memastikan kesiapsiagaan tim evakuasi jika sewaktu-waktu situasi memburuk. [has/beq]






