Malang (beritajatim.com) – Youtuber sekaligus konten kreator Muhammad Idris Al-Marbawy, atau yang akrab disapa Gus Idris, kembali dilaporkan ke Polres Malang.
Sejumlah perempuan melaporkan Gus Idris dan juga asistennya atas Kasus dugaan Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).
Kasat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak (Satres PPA) Polres Malang, AKP Yulistiana Sri Iriana menyampaikan, sebanyak lima korban telah melaporkan dugaan TPKS yang dialamatkan kepada Gus Idris dan asistennya.
Kedua perkara tersebut kini masih dalam tahap.penyelidikan dengan meminta keterangan saksi dan korban.
“Laporannya ada dua terkait dugaan TPKS, yakni kepada Gus Idris dan asisten pribadinya. Keduanya sebagai terlapor,” kata Yulistiana saat dikonfirmasi di ruang Satres PPA Polres Malang, Selasa (24/2/2026).
Menurut Yulistiana, pihaknya telah memanggil untuk meminta keterangan Gus Idris sebagai saksi atas laporan dugaan TPKS yang menyeret asistennya.
“Sudah kita mintai keterangan Gus Idris sebagai saksi atas laporan TPKS dengan terlapor asistennya,” tuturnya.
Yulistiana menambahkan, pihaknya telah menjadwalkan pemanggilan Gus Idris sebagai terlapor adanya dugaan TPKS yang sudah dilaporkan korban.
“Untuk laporan atas nama Gus Idris sendiri Insya Allah dijadwalkan pemeriksaan pada minggu ini,” imbuhnya.
Ditanya mengapa ada dua laporan dugaan TPKS ?. Yulistiana mengaku, bahwa diduga ada keterkaitan antara asisten dan Gus Idris saat di lokasi syuting, dimana disampaikan korban menjadi lokasi dugaan TPKS terjadi.
“Jadi disampaikan korban dugaan TPKS terjadi lokasi syuting. Kemudian yang dilaporkan asisten dan Gus Idris,” jawabnya.
Hari ini, Satres PPA Polres Malang tengah meminta keterangan sejumlah saksi berkaitan dengan dugaan TPKS yang dilakukan Gus Idris dan asistennya.
“Dua-duanya jalan (laporan), hari ini dijadwalkan interogasi crew atau tim Gus Idris,” tegasnya.
Seperti diberitakan, sejumlah model perempuan mengaku mengalami dugaan TPKS saat menerima job pemeran dalam konten sumpah pocong yang dibuat Gus Idris.
Salah satu terduga korban mengungkapkan pengalaman pahitnya melalui akun media sosialnya @sovinovitav.
“Hati-hati yah para muse, terutama muse Malang. Hati-hati dengan tawaran shooting atau butuh talent di daerah pondok pesantren atau daerah Pakis dengan tema ‘sumpah pocong’,” demikian tulisnya di akun media sosialnya.
Gus Idris sendiri telah membantah tuduhan yang viral di media sosial itu. Gus Idris juga mengaku akan kooperatif jika perkara itu dibawa ke ranah hukum.
Sebelumnya, Guntur Putra Abdi Wijaya selaku Kuasa Hukum Gus Idris memastikan, bahwa segala isu yang beredar di media sosial itu tidak benar.
“Terkait masalah yang viral itu, di mana adanya broadcast yang menggiring suatu opini yang menyatakan telah terjadi pelecehan seksual, itu tidak benar,” ungkap Guntur, Jumat (6/2/2026) lalu.
Berkaitan dengan adanya dugaan wanprestasi kepada beberapa model yang disewa, menurut Guntur juga tidak benar. Sebab, hal itu urusannya berkaitan dengan agensi.
“Hal ini urusannya sama agensi dan staf yang sudah kita berhentikan. Sehingga permasalahan ini kesimpulannya sebatas dugaan sementara,” urainya.
Guntur menyayangkan penggiringan opini di media sosial yang mengarah pada pencemaran nama baik Gus Idris. Ia berharap masyarakat tidak percaya begitu saja pada informasi-informasi yang belum jelas sumbernya.
“Saya harap masyarakat tidak mudah percaya pada penggiringan opini seperti itu. Kalau memang yang menyebarkan informasi itu sampai menjadi viral berdasarkan bukti yang konkret, pasti akan langsung melaporkan ke kepolisian, tapi sejauh ini belum ada laporan terkait dugaan pelecehan itu kan,” pungkas Guntur. (yog/ted)






