Malang (beritajatim.com) – Universitas Islam Malang (Unisma) meresmikan perusahaan air mineral Yaumaque di laboratorium lapang terpadu 1 Kebonagung. Aset yang ditaksir telah menghabiskan puluhan miliar ini sebagai wujud Unisma untuk terus berada di jalur entrepreneur university.
Tak hanya perusahaan, Unisma juga melakukan peletakan batu pertama pembangunan mushola utsman bin affan yang berada di area laboratorium lapang terpadu 1 Kebonagung. Rektor Unisma, Prof. Dr. H. Maskuri, M.Si., menjelaskan bahwa pembangunan perusahaan air mineral sudah dilengkapi berbagai mesin.
“Saat ini masih belum operasional, karena masih menyelesaikan berbagai hal yang harus dipenuhi. Uji coba akan segera kita lakukan. Ini menjadi bagian dari ikhtiar kami bersama Yayasan dan ikhtiar mengembangkan generating income Unisma. Embrio ini wajib dikelola secara profesional,” jelas Maskuri, saat peresmian pada Rabu (26/6/2024) siang di Kebonagung.
Dengan dana yang sudah dihabiskan sebanyak puluhan miliar, Maskuri berharap pihak Yayasan Unisma bisa menunjukkan direktur dan pengelola. Peresmian ini, kata Maskuri, tidak hanya sekedar show off, tetapi penting untuk dilakukan tindak lanjut.
“Ini starting point untuk membuka jalan lebih jauh dalam konteks pengembangan yayasan Unisma. Perlu diketahui pembangunan gedung industri air mineral ini, tidak mengganggu APBU Unisma, kita cari dengan cara lain yang pasti halal,” tegas Maskuri.
Sesaat lagi tepatnya 30 Juni 2024, Prof Maskuri akan mengakhiri jabatannya sebagai Rektor. Ia telah menjabat selamat 9 tahun 6 bulan. “Saya pastikan Unisma tidak punya hutang satu Rupiah pun. Saya hadir menyelesaikan masalah dan memberi sesuatu yang membanggakan untuk selanjutnya,” jelas Maskuri.
Ia juga menitipkan pesan pada Rektor yang akan terpilih selanjutnya agar terus mengembangkan kampus Unisma. Laboratorium Unisma di Kebonagung ini, kata Rektor, bisa untuk digunakan Fakultas kedokteran , FIA jurusan bisnis, FEB, teknik.
“Di sini juga menghasilkan produk. Untuk air mineral ini adalah lini usaha pertama Unisma dalam bentuk perusahaan. Nama YauMaque itu ide dari kepala Yayasan Unisma. YauMaque artinya hari hari bersama minum produk air mineral karya Unisma,” jelasnya.
Sementara itu, diterangkan Maskuri pembangunan musholla diambilkan sebagian dari shodaqoh karyawan dan dosen Unisma sekitar 200 juta. Sementara 100 jutanya dari APBU Unisma, total yang dikeluarkan untuk pembangunan mushola sekitar 300 juta.
“Hari ini akan dilakukan peletakan batu pertama, semoga ini bisa menjadi berkah. Tanah musholla ini dari wakaf warga di sekitar sini. Semoga bisa berkah dan dapat digunakan untuk beribadah nantinya,” tutup Maskuri.
Bupati kabupaten Malang yang diwakili Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian kabupaten Malang, Nor Fuad Fauzi, turut menyampaikan selamat dan sukses berdirinya pabrik air mineral Yaumaque Unisma dan peletakan batu pertama Musholla Usman bin Affan. Momen ini menjadi tonggak penting dalam memperluas kiprah Unisma di bidang kewirausahaan.
“Peresmian gedung ini sebagai wujud nyata dari Unisma dalam membangun usaha dan lapangan kerja bagi masyarakat. Unisma tidak hanya bermanfaat secara ekonomi, tetapi juga perguruan tinggi dalam mengembangan perekenomian daerah,” jelasnya saat sambutan.
Dia berharap perusahaan milik Unisma terus berkembang pesat dan memberi kontribusi bagi kesejahteraan masyarakat. Kelengkapan fasilitas yang ada salah satunya adanya mushola menjadikan tempat nyaman untuk masyarakat sekitar, dosen, dan mahasiswa.
“Saya berharap dengan adanya unit usaha baru dan mushola ini Unisma semakin mampu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Berinovasi dan berkontribusi bersama untuk kabupaten Malang secara luas,” ujarnya menutup. (dan/kun)






