Surabaya (beritajatim.com) – Ketua Wanita Indonesia Tanpa Tembakau (WITT) Jatim, Arie Soeripan tak henti-hentinya melakukan edukasi terhadap bahaya asap rokok ke masyarakat.
Ini sebagai bentuk kepedulian sekaligus dalam rangka Hari Tanpa Tembakau se-Dunia yang diperingati setiap 31 Mei.
Gerakan ini bertujuan untuk menginformasikan tentang bahaya penggunaan tembakau untuk menuntut hak atas kesehatan dan hidup sehat.
Menurut Arie, efek berhenti merokok tidak hanya baik untuk kesehatan diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitar dan lingkungan.
“Kami membagikan leaflet sekaligus mengedukasinya langsung ke masyarakat. Selain asap rokok, juga tentang sampah rokok dan lingkungan,” katanya, Selasa (31/5/2022).
“Nyatanya puntung itu berdampak bahaya bagi lingkungan. Memang sering dianggap sepele, tapi dampaknya sangat serius. Dan, faktanya puntung rokok adalah sampah yang paling mudah ditemukan di bumi ini,” imbuhnya.
Ia menjelaskan puntung rokok terdiri dari ribuan serat selulosa asetat, yang meskipun dapat terurai secara biologis, namun membutuhkan waktu bertahun-tahun.

Selain itu, filter rokok bekas juga mengandung ribuan bahan kimia yang dapat membahayakan tanaman dan makhluk hidup lainnya.
[berita-terkait number=”4″ tag=”surabaya”]
Bahkan, kata Arie, beberapa bahan kimia yang terkandung dalam filter rokok bekas juga dikenal sebagai karsinogen, yaitu senyawa penyebab kanker. Bukan hanya itu, sampah rokok elektrik pun menjadi ancaman bagi lingkungan. Sampah-sampah ini termasuk kategori B3 (Bahan Berbahaya Beracun).
Sementara itu, kampanye bebas plastik di seluruh dunia juga semakin gencar dilakukan sehingga orang-orang mulai berbondong-bondong berhenti menggunakannya.
“Katakan tidak pada tembakau, berarti mengatakan iya pada kehidupan. Mari kita selamatkan kehidupan di sekitar kita dengan membuat mereka sadar akan ancaman tembakau. Selamat Hari Tanpa Tembakau se-Dunia 2022,” pungkasnya. (tok/ted)






