Malang (beritajatim.com) – Menjadi lulusan terbaik dengan raihan IPK nyaris sempurna, 3,94, tidak membuat Arsyelia Gantari bersantai. Alumnus SMAN 1 Malang ini membuktikan bahwa dedikasi tinggi dan pemanfaatan teknologi pendidikan global bisa mengantarkan lulus lebih cepat dalam waktu 3,5 tahun di STIE Malangkuçeçwara (ABM) Malang.
Dalam prosesi wisuda semester gasal yang bertepatan dengan Dies Natalis ke-55 STIE Malangkuçeçwara tersebut, sosok Arsyelia mencuri perhatian. Bukan sekadar angka di transkrip nilai, melainkan metodenya dalam menempuh studi yang tergolong ekstra.
Salah satu kunci kesuksesan Arsyelia adalah kemampuannya beradaptasi dengan sistem pembelajaran hybrid internasional. Ia merupakan salah satu mahasiswa yang lolos seleksi program Coursera, sebuah platform belajar daring yang menghubungkan mahasiswa ABM dengan kampus-kampus top dunia.
“Di semester 6, kampus memfasilitasi saya untuk kuliah daring dengan pengajar dari universitas luar negeri, salah satunya University of Minnesota. Metodenya berbeda, setiap minggu ada study case dan ujian langsung. Hasilnya kemudian dikonversi menjadi nilai mata kuliah di sini,” ungkap Arsyelia usai prosesi wisuda.

Menurutnya, pengalaman belajar dengan standar internasional tersebut memberikan perspektif baru, terutama dalam penyelesaian masalah (problem solving) yang lebih praktis dan aplikatif.
Perjalanan lulus 3,5 tahun tidaklah mudah. Arsyelia harus menyeimbangkan antara beban akademik maksimal dan pengalaman profesional. Di semester 7, ia memutuskan untuk mengambil langkah berani dengan menjalani magang (internship) sekaligus menyusun skripsi.
“Saya ambil double di semester 7. Magang di PT Alphard, sebuah perusahaan holding outsourcing, sambil mengerjakan tugas akhir. Memang butuh extra effort, tapi ABM sangat memfasilitasi mahasiswa yang ingin lulus cepat melalui pengambilan SKS yang dikompakkan,” jelas mahasiswi jurusan Manajemen ini.
Ketertarikannya pada isu lingkungan juga ia tuangkan dalam tugas akhir berjudul Green Accounting. Ia meneliti efisiensi biaya dan keberlanjutan usaha melalui prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) di PT Semen Indonesia.
Wakil Ketua III STIE Malangkuçeçwara, Dr. Drs. Kadarusman, M.M., Ak., CA., AFA., memberikan apresiasi tinggi bagi wisudawan seperti Arsyelia. Ia menyebut bahwa dari 86 wisudawan yang lulus hari ini, mereka yang lulus 3,5 tahun adalah pribadi yang memiliki komitmen dan motivasi di atas rata-rata.
“Mahasiswa sekarang, terutama generasi Z, sering terbagi fokusnya antara tugas kuliah dan aktivitas sosial atau ‘nongkrong’. Mereka yang bisa lulus cepat ini adalah yang punya kemauan kuat. Kami di kampus hanya menyediakan sarana, seperti pelatihan brevet hingga akses ke bursa kerja lewat CDC (Career Development Center),” ujar Dr. Kadarusman.
Data kampus menunjukkan, bahkan sebelum resmi diwisuda, sebanyak 34,7% lulusan ABM periode ini sudah terserap di dunia kerja. Hal ini membuktikan bahwa sinkronisasi antara hard skill akademik dan soft skill industri yang diterapkan kampus berjalan efektif.
“Kami bangga, di usia kampus yang ke-55 tahun ini, kami terus mencetak lulusan yang tidak hanya menguasai teori, tapi siap tempur dengan standar global,” pungkas Kadarusman. (dan/ian)






