Surabaya (beritajatim.com) – Wisma Jerman perkenalkan berbagai agenda menarik sepanjang tahun 2025 ini.
Melalui acara Media Gathering bertajuk “Dari Surabaya ke Jerman: Peluang Tanpa Batas bersama Wisma Jerman”, diharapkan agenda tersebut dapat menjadi pembelajaran bahasa serta pemahaman terhadap budaya Jerman.
Hal ini sesuai dengan komitmen Wisma Jerman yang ingin mempererat hubungan Indonesia-Jerman di bidang pendidikan (bahasa) ekonomi, hingga budaya.
“Kami telah menyiapkan berbagai program manarik di tahun 2025 ini, di antaranya ada program baru maupun yang telah berlangsung setiap tahunnya,” ujar Mike Niuber, Direktur Wisma Jerman, saat acara Media Gathering di JI. Taman AIS Nasution No.15 Surabaya, Selasa (18/2/2025).
“Umumnya agenda-agenda ini diadakan secara gratis serta dibuka untuk umum. Serta ada juga program kampanye penanaman 1.000 pohon mangrove yang akan diselenggarakan pada tahun ini,” imbuh Mike.
Sebelumnya, pihaknya juga telah menjelaskan bagaimana awal mula hingga latar belakang Wisma Jerman didirikan. Termasuk juga susunan divisi di dalamnya.
Tampak dalam acara tersebut, turut hadir pula Divisi Program Budaya, Dhahana Adi Pungkas, yang menjelaskan sederet agenda menarik yang akan digelar hingga beberapa bulan ke depan.
“Pada 6 Februari kemarin, kita bekerjasama dengan IFI menggelar GADO2 BAHASA DUNIA. Acara ini sendiri rencananya akan kami gelar rutin setiap dua bulan sekali,” ujarnya.
Adapun sederet acara lainnya, di antaranya seperti KAFKA 1О1 (Book Discussion, Dramatic Reading) yang digelar 22 Februari 2025, 13.00-15.00, di C20 Library and Collabtive. Ada juga agenda “KINOWOCHENENDE”, yakni penayangan film Jerman setiap akhir pekan.
Kemudian, April akan agendanya LADY IN MELODY dan pada Mei 2025 ada RITUS NEGERI CELENG. Sedangkan, Juni hingga November ada EUROPE ON SCREEN 2025, Mr.D IM DEUTSCHLAND, OPEN HOUSE 2025, GSHEF 2025, OKTOBERFEST 2025, hingga SCIENCE FILM FESTIVAL 2025.
“Selain itu, masih ada beberapa kegiatan memang masih kita godok. Informasi lebih lanjut nanti kami infokan kembali,” pungkas Dhahana.
Selain agenda-agenda tersebut, pihak Wisma Jerman juga memiliki berbagai program yang tak kalah menarik. Termasuk mengenai informasi terkait pendidikan hingga peluang karir yang ada di Negara Jerman.
Divisi Perpustakaan, Siti Aminah, menjelaskan bahwa pihaknya juga menyediakan jasa konsultasi hingga pembelajaran Bahasa Jerman sebelum masyarakat memutuskan untuk menempuh pendidikan maupun bekerja di Negara tersebut.
“Banyak sekali program-program yang ditawarkan. Kami memberikan pembekalan secara gratis kepada WNI yang mau berkunjung ke Jerman untuk sementara atau bahkan tinggal seterusnya,” ujar perempuan yang akrab dipanggil Ami tersebut.
Ia juga menyebutkan bahwa masih ada banyak program lainnya di Wisma Jerman yang berkaitan dengan bidang pendidikan (bahasa), ekonomi, hingga budaya, yang tentunya bertujuan untuk mempererat hubungan antar Indonesia-Jerman. (fyi/ian)






