Lamongan (beritajatim.com) – Mungkin bagi sebagian kalangan, utamanya di Jawa Timur, kata Jancuk merupakan kata yang sangat familiar dalam kehidupan sehari-hari. Kata tersebut juga kerap memenuhi ruang-ruang publik, baik di dunia maya maupun nyata. Meski kadang memiliki konotasi buruk, tapi tak jarang juga kata itu menjadi kebanggaan dan simbol bagi banyak orang. Bahkan, Jancuk bisa menjadi sapaan kemesraan dan keakraban.
Sehubungan dengan hal tersebut, yang jelas kata Jancuk tidak hanya bermakna tunggal, tergantung konteks kalimat yang mengikutinya. Uniknya, di Lamongan kata Jancuk ternyata juga disematkan untuk salah satu nama minuman hangat rempah-rempah, yakni Wedhang Jancuk. Penyematan ini, tentu tidak dilakukan secara membabi buta dan tanpa alasan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”kuliner”]
Lebih lanjut, Wedang Jancuk yang cukup terkenal di Lamongan ini ternyata menjadi salah satu menu minuman andalan yang dihidangkan di Bang Jo Coffee, lebih tepatnya warung tersebut berlokasi di kawasan paguyuban PKL, Jalan Andansari Lamongan. Wedang Jancuk ini, dipercaya bisa meningkatkan vitalitas dan stamina tubuh bagi penikmatnya.
Dalam kesempatan tersebut, pemilik warung Bang Jo Coffee, Johan Wahyudi mengungkapkan, penyematan Jancuk untuk minuman Wedang ini merupakan akronim dan singkatan dari jahe, kencur, dan jeruk. Menurutnya, jahe, kencur, dan jeruk adalah bahan inti yang digunakan untuk meracik minuman rempah di warungnya tersebut.
“Wedang Jancuk sebenarnya adalah akronim dari jahe, kencur dan jeruk, inti dari minuman ini. Kita beri sebutan Wedang Jancuk karena golek gampange ae mas (cari mudahnya saja). Selain itu, kata Jancuk juga sudah sangat familiar bagi telinga warga Jawa Timur. Sehingga bagi pelanggan yang ingin memesan hanya tinggal bilang Wedhang Jancuk, kan praktis,” ungkap pria yang akrab disapa Johan tersebut, Sabtu (14/8/2021).
Dalam keterangannya, Johan menuturkan bahwa usahanya menjual Wedhang Jancuk ini bermula saat pandemi Covid-19 melanda Kabupaten Lamongan, yakni sekitar setahun lalu. Awalnya, Johan dulunya hanya menyajikan minuman Wedang Jahe dan Wedang Jeruk saja di warungnya. Seiring berjalannya waktu, Johan ingin melakukan inovasi baru pada minuman yang ingin disajikan, akhirnya tercetuslah Wedhang Jancuk yang fenomenal tersebut.
“Waktu itu saya muncul ide, saya kemudian meracik minuman lagi dengan menambahkan ramuan rempah, serta menggabungkan parutan jahe dan perasan Jeruk, lalu ditambah dengan Kencur, sehingga kehangatan dan aromanya lebih kental,” terang pria yang memulai racikan Wedhang Jancuknya pada Juli 2020 itu.

Tak hanya itu, Johan juga membeberkan, sebenarnya untuk membuat ramuan Wedhang Jancuk itu sangat mudah. Bahan dan cara yang dilakukan adalah, lanjut Johan, kencur yang sudah dibersihkan harus digeprek terlebih dahulu dan dimasukkan ke dalam gelas bersama gula pasir atau gula jawa, tergantung selera.
“Selanjutnya, gelas yang sudah berisi geprek kencur dan gula tersebut ditambahkan perasan jeruk. Setelah itu, siapkan jahe lalu diparut, lalu parutan jahe itu diletakkan di saringan lembut dan disiram dengan air mendidih. Wedang Jancuk ini pun siap dihidangkan dan dinikmati,” sambungnya.
Lambat laun, Wedhang Jancuk hasil racikan Johan laris manis dan banyak diminati oleh berbagai kalangan masyarakat. Kini, warungnya seringkali dipadati oleh para pembeli, pelanggannya pun variatif, mulai dari warga biasa, ASN (Aparatur Sipil Negara), hingga para pejabat. Selain itu, Wedhang buatan Johan ini juga diyakini dapat menjaga stamina, meningkatkan imunitas tubuh dan vitalitas. Harganya pun cukup ramah di kantong, hanya merogoh kocek Rp 5 ribu saja, pelanggan bisa menikmatinya.
Kendati demikian, Johan mengaku, bahwa sejak diberlakukannya PPKM di Lamongan, tak banyak pelanggan yang menikmati wedang racikannya di warung miliknya, lantaran lebih banyak yang dibungkus untuk dinikmati di rumah. “Banyak sih mas peminatnya, tapi kalau sekarang lebih banyak yang dibungkus daripada dinikmati di warung sini, karena sekarang kan masih PPKM,” ujarnya.

Sementara itu, salah satu penikmat Wedang Jancuk, Aris Bachtiar mengungkapkan, selama masa pandemi ini ia memang sering minum wedang jancuk racikan Johan. Meski jarak rumahnya dengan lokasi warung cukup jauh, tetapi hal itu tidak menyurutkan langkah Aris untuk bisa menyeruput wedang tersebut.
“Aroma rempahnya sangat khas dan kehangatan rempah-rempahnya menyehatkan, sangat cocok untuk kondisi pandemi ini. Wes pokoke muanteb tenan mas,” kata Aris, warga asal Kecamatan Duduksampeyan Kabupaten Gresik yang saat itu menikmati Wedang Jancuk di Bang Jo Coffee milik Johan.
Tak hanya Aris, pelanggan lain yang kerap menikmati Wedang Jancuk tersebut adalah Muhammad Zamroni, ia bersama teman-temannya mengaku senang menikmati sensasi dari wedang itu. Pihaknya juga mengapresiasi atas inovasi yang sudah dilakukan oleh Johan yang membuat minuman dari rempah-rempah di tengah pandemi yang tak kunjung selesai ini. “Ini inovasi bagus. Saya juga sering menikmati wedang itu bersama teman-teman ASN lainnya,” tandasnya. [riq/suf]






