Surabaya (beritajatim.com) – BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika) Tanjung Perak Surabaya mengingatkan agar waspada pasang air laut maksimum wilayah pesisir Jawa Timur.
Hal ini berpotensi menimbulkan banjir rob dengan ketinggian 10 – 30 cm. Peringatan tersebut berlaku mulai 22 – 27 November 2022.
“Sobat maritim, harap diwaspadai pasang air laut maksimum khusus nya untuk sobat yg bermukim atau beraktifitas sekitar pesisir Laut. Tetap jaga kesehatan dan kebrsihan lingkungan ya sobat. Share dan tag info ini ke rekan kalian yg membutuhkan. Terimakasih,” cuit @infobmkgperak yang dikutip dari Twitternya, Senin (21/11).
Dalam laporannya, BMKG Tanjung Perak menyebutkan, fase bulan baru mempengaruhi kondisi pasang surut di bulan November 2022 yang berpotensi menyebabkan banjir rob dengan ketinggian genangan 10 – 30 cm di sekitar pelabuhan dan pesisir wilayah prakiraan.
Genangan yang ditimbulkan dapat mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir, aktifitas petani garam dan perikanan, serta kegiatan bongkar muat di Pelabuhan.
[berita-terkait number=”5″ tag=”bmkg”]
Sebagai informasi, banjir rob merupakan banjir yang disebabkan oleh kenaikan muka laut, hingga air yang pasang tersebut menggenangi daratan.
Banjir ini diakibatkan oleh terjadinya pasang air laut yang lebih tinggi dari ketinggian daratan. Banjir rob juga dikenal sebagai genangan.
Berikut ini wilayah pesisir di Jawa Timur yang berpotensi terdampak pasang air laut :
1. Pelabuhan Surabaya
22-27 November 2022 pukul 21.00 – 01.00 WIB.
2. Pesisir Surabaya Barat, termasuk Gresik, Lamongan, Tuban
22-27 November 2022 pukul 21.00 – 23.00 WIB.
3. Pesisir Surabaya Timur, termasuk Kenjeran, Pasuruan, Sidoarjo
23 – 26 November 2022 pukul 22.00 – 23.00 WIB.
(nap)






