Bondowoso (beritajatim.com) – Maraknya aksi penipuan dengan modus peniruan identitas (impersonasi) menggunakan nomor WhatsApp palsu yang mengatasnamakan pejabat daerah kembali mencuat di Kabupaten Bondowoso. Setelah sebelumnya meneror sejumlah pejabat, fenomena ini kembali terjadi dengan mengatasnamakan Wakil Bupati Bondowoso, As’ad Yahya Syafi’i, pada Sabtu (28/3/2026).
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bondowoso, Dwi Wahyudi, membenarkan adanya praktik tidak bertanggung jawab tersebut. Menurutnya, aksi peniruan identitas dengan memanfaatkan nama pejabat ini sudah berlangsung semakin masif dalam sebulan terakhir, terutama selama bulan Ramadan hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Sebelum ramai mengatasnamakan Pak Wabup, ada modus yang sama yang mengatasnamakan Pak Sekda (Fathur Rozi), Pak Ketua DPRD (Ahmad Dhafir), dan sejumlah kepala dinas seperti Kalaksa BPBD (Kristianto Putro Prasojo),” ujar Dwi Wahyudi saat dikonfirmasi, Sabtu (28/3/2026) malam.
Dijelaskan Dwi, modus yang digunakan para pelaku dalam aksi penipuan ini beragam, mulai dari meminta sumbangan, mengaku butuh utang melalui transfer bank, hingga meminta dikirimi pulsa. Pelaku memanfaatkan nama besar dan kewenangan pejabat untuk meyakinkan calon korban.
Beruntung, hingga saat ini Diskominfo Bondowoso belum menerima laporan resmi dari masyarakat yang mengalami kerugian materiil akibat aksi tersebut. “Beruntung, sejauh ini tidak ada laporan pada kami bahwa ada pihak yang dirugikan dalam arti mentransfer atau mengirim pulsa sesuai kemauan pelaku,” imbuhnya.
Merespons situasi ini, Diskominfo Bondowoso telah mengambil langkah cepat dengan menyebarkan informasi ke publik melalui berbagai kanal komunikasi.
Pihaknya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tidak mudah percaya dan selalu melakukan verifikasi apabila menerima pesan mencurigakan yang mengatasnamakan pejabat daerah.
“Kami sudah menindaklanjuti itu dan menyebarkan ke publik bahwa akun-akun itu adalah hoaks. Kami harap masyarakat berhati-hati terhadap modus penipuan seperti ini,” tegas Dwi. (awi/kun)






