Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Sekretaris DPC PDIP Kota Surabaya, Achmad Hidayat menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila Kontekstual dengan era Society 5.0.
Menurutnya, semangat gotong royong bangsa Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman tampak nyata.
“Dua tahun terakhir menghadapi pandemi Covid-19 gerakan rakyat muncul diberbagai kampung saling menyemangati warga yang terinfeksi Covid. Sukarelawan yang bahu membahu menanggulangi tanpa menghitung untung rugi itulah laku Pancasila,” kata Achmad Hidayat saat seminar Pancasila dengan tema menumbuhkan nilai Pancasila ditengah paham ideologi Khilafah untuk mencegah degradasi NKRI di Universitas Dinamika Surabaya, Sabtu (2/7/2022).
[berita-terkait number=”5″ tag=”pdip”]
Achmad menjelaskan belum lama era 4.0 dikenalkan, kini masyarakat telah dikenalkan lagi era baru yakni society 5.0 yang diluncurkan oleh pengaruh Jepang. Hal ini tentu berdampak pada berbagai bidang, baik di bidang ekonomi, sosial, budaya hingga pendidikan.
Dia menyebut bahwa era 4.0 merupakan era industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi siber atau dunia maya. Ini merupakan tren otomatisasi dan pertukaran information dalam teknologi manufaktur. “Rasanya bahasan tentang era industri 4.0 belum tuntas, bahkan di Negara Indonesia belum ada gerak-gerik perubahan yang nyata,” kata Achmad.
Di tengah begitu pesatnya dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara, Achmad menyampaikan bahwa perlunya pemahaman akan Pancasila bagi generasi muda agar mampu mengkolaborasikan dengan kemajuan teknologi dan informasi sehingga makin mengukuhkan eksistensi nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Teknologi informasi beserta gawainnya seperti pisau bermata dua sehingga penggunanya harus memiliki kesadaran sebagai insan pancasila agar membuahkan hasil yang bermanfaat,” katanya.[asg/kun]






