Lumajang (beritajatim.com) – Warga Umbulan Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, berharap pada pemerintah agar segera merelokasi seluruh rumah warga terdampak lahar erupsi Semeru.
Hunian sementara bagi mereka yang paling diinginkan adalah berada di kawasan Piket Nol, Kabupaten Lumajang. “Warga di Umbulan minta direlokasi. Sudah tidak mau tinggal di sini karena trauma erupsi. Takut lahar Semeru terjadi lagi,” kata Tohari (46), warga Umbulan, Dusun Sumbersari, Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo, Kabupaten Lumajang, Minggu (12/12/2021) pagi.
[berita-terkait number=”4″ tag=”gunung-semeru”]
Kata Tohari, sejauh ini sudah ada pertemuan warga dan pihak Pemdes (pemerintahan desa) Supiturang. Ada dua pilihan tempat relokasi hunian sementara. Yakni, di Oro Oro Ombo dan Piket Nol. “Kami sebagai warga Umbulan meminta pada pemerintah, tidak boleh ditaruh atau direlokasi di Oro Oro Ombo, harus ada di Piket Nol. Itu permintaan warga Umbulan,” tegasnya.
Tohari mengatakan, alasan warga minta pindah ke Piket Nol karena ingin dekat dengan kampung Umbulan yang menjadi tanah leluhur mereka. “Kami ingin pindah ke Piket Nol saja, alasannya ya karena warga dusun tidak ingin jauh-jauh dari desa mereka di Umbulan, Sumbersari,” pungkasnya.
Piket Nol sendiri berada di Desa Sumber Wuluh, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Piket Nol juga menjadi akses penghubung wilayah Kecamatan Pronojiwo dan Candipuro sebelum jembatan legendaris Gladak Perak atau Besuk Koboan, putus di terjang banjir lahar panas gunung Semeru. [yog/suf]






