Pasuruan (beritajatim.com) – Banyak ciri khas yang menandakan Tahun Baru Imlek di Pasuruan. Salah satunya, warga Tionghoa melakukan ‘perburuan’ kepiting di pasar.
Sehingga para penjual kepiting di Pasuruan sangat merasakan dampak tahun baru Imlek, khususnya di 2023 kali ini. Para pedagang sangat senang kali ini dagangan kepitingnya sangat laris manis.
Hal ini disampaikan oleh Marfuah (50) penjual kepiting di Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan. Marfuah merasakan omsetnya pada tahun baru Imlek ini naik hingga 100 persen.
“Omset setiap harinya bahkan sampai naik 100 persen dari penjualan kepiting. Tahun ini beda sama tahun kemaren, mungkin kali ini sudah tidak ada Corona lagi,” kata Marfuah, Sabtu (21/1/2023).
[berita-terkait number=”3″ tag=”imlek-2023″]
Banyaknya warga yang mencari kepiting membuat pedagang sempat kesulitan mencari stok. Sehingga stok kepiting ditambah dari para penambak untuk mencukupi permintaan pasar.
Minimnya stok kepiting juga membuat harga kepiting naik hingga dua kali lipat dari biasanya. Kepiting biasa dijual mulai harga Rp 50 ribu perkilo hingga Rp 150 ribu per kilo sekarang naik hingga Rp 300 ribu perkilo.
“Stok kepitingnya saya ambil dari pemasok dan petambak kepiting. Sehari kalau pemasok biasa bawa kepiting sampai dua, tiga kiloan,” lanjutnya.

Salah seorang warga, Faizah (29) mengaku bahwa dirinya sengaja datang ke pasar untuk memilih kepiting yang segar. Dianggapnya kepiting yang segar dan masih hidup rasanya berbeda.
“Kalau masih segar itu kepitingnya ada manis-manisnya, jadi saya pesan langsung di pasar. Ini karena saudara saya minta untuk perayaan imlek nanti,” lata Faizah. (ada/ted)






